Tambahan Pembiayaan Untuk Proyek Perluasan Masjidil Haram

Masjidil Haram merupakan tempat ribuan jama’ah umat Muslim untuk menyelesaikan salah satu ibadah nomor lima dalam rukun Islam, yaitu menunaikan ibadah haji jika mampu. Oleh karena itu, dengan berbagai pengembangan pun dilakukan di Masjidil Haram agar umat muslim mendapatkan kenyamanan selama melaksanakan ibadah haji.

 

Tambahan Pembiayaan Untuk Proyek Perluasan Masjidil Haram

 

Saat ini, sekitar Masjidil Haram juga sedang dalam proses konstruksi besar-besaran yang diperkirakan akan selesai pada tahun 2020 mendatang. Desain yang konon katanya akan selesai pada tahun 2020 yang akan datang tersebut adalah sebuah desain yang modern dan dapat memberi kenyamanan pada seluruh jama’ah haji yang dari tahun ke tahun semakin bertambah berdatangan ke Masjidil Haram.

Untuk memenuhi berbagai macam syarat keindahan dan kenyamanan tersebut, berbagai desain telah diajukan penampilan Masjidil Haram terbaru di 5 tahun mendatang. Sekitar ada 10 desain dari arsitek ternama yang diajukan dan hanya ada 1 yang akan terpilih sebagai desain Masjidil Haram terbaru di 5 tahun mendatang.

Proses Perluasan pembangunan di sekitar Ka’bah berlangsung pada tahun 2015. Namun, pada akhirnya proses renovasi Masjidil Haram yang belum selesai sehingga membuat kuota haji tahun 2015 tetap dipangkas seperti tahun sebelumnya.

Pada saat pembangunan Masjidil Haram tahun 2015 sempat terjadi musibah yang memakan korban. Beberapa diantaranya salah seorang jamaah yang berasal dari Indonesia. Akibat jatuhnya katrol.

Sehingga pembangunan tersebut banyak menuai kritikan karena menghancurkan semua peninggalan sejarah semasa Nabi Muhammad hidup juga menghilangkan nyawa seseorang dengan jumlah yang banyak. –>> paket umroh akhir ramadhan

Sekarang ini proyek perluasan Masjidil Haram akhirnya bisa mendapatkan tambahan pembiayaan fasilitas pinjaman syariah sebesar 10 miliar riyal atau setara dengan 2,7 miliar dolar AS. Kontraktor Arab tersebut berurusan dengan penundaan proyek dan keterlambatan pembayaran, karena pemerintah memangkas anggaran belanja akibat dampak rendahnya harga minyak dunia.

Pada sebelumnya, beberapa bulan yang lalu Negara Saudi Binladin Group (SBG) berperan sebagai kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut telah mengajukan perpanjangan pembiayaan syariah melalui sindikasi bank sampai dengan akhir tahun 2019.

SBG akan tetap membayar margin selama periode ekstensi pembiayaan tersebut. Tambahan pembiayaan ini akan memiliki jangka waktu yang sama sesuai dengan target selesainya proyek perluasan Masjidil Haram yaitu pada tahun 2019. Target ini memang sempat tertunda akibat dari Pemerintah Saudi yang menunda beberapa rencana pengeluaran.

Sindikasi bank yang telah memberikan pembiayaan tersebut sebagian besar merupakan bank yang berbasis di Uni Emirat Arab, yaitu Emirate NBD and Noor Bank, Ajaman Bank, dan Union National Bank. Secara historis, SBG memiliki suatu hubungan yang sangat dekat dengan pemerintah dan itu merupakan salah satu perusahaan kontraktor yang dipercaya oleh kerajaan.

Perusahaan tersebut telah terlibat dalam berbagai macam pembangunan infrastruktur besar dalam beberapa tahun terakhir ini. Namun, penyelesaian proyek infrastruktur tersebut harus tertunda karena pemerintah telah menahan pengeluaran akibat jatuhnya harga minyak.

Untuk diketahui neraca perdagangan Arab Saudi telah mengalami defisit akibat anjloknya harga minyak dalam beberapa tahun terakhir ini. Penerbitan sukuk menjadi salah satu solusi yang dipilih oleh Pemerintah Arab Saudi sebagai diversifikasi sumber dana untuk pembangunan.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *