Arsip Tag: nama lain kota nabi

4 Nama Lain Kota Makkah Menurut Al-Quran dan Hadits

Nama Lain Kota Makkah, Terdapat dua daerah yang mendapat sebutan nama khusus berupa Tanah Haram, yaitu kota Makkah dan Madinah. Tak ada wilayah Tanah Haram yang lain selain kedua tempat tersebut.

4 Nama Lain Kota Makkah Menurut Al-Quran dan Hadits

Mekah merupakan kota kelahiran Nabi Muhammad SAW. Didama dalamnya terdapat sebuah bangunan Masjidil Haram dan Ka’bah, yang juga merupakan kiblat seluruh umat Islam di dunia.

Sedangkan Madinah sebagai tempat wafatnya Rasulullah SAW. Ia sekaligus pusat peradaban Islam yang telah dibangun oleh Nabi setelah hijrah dari kota Mekah.

Khusus untuk penyebutan Tanah Haram Mekah, ia mempunyai banyak nama dan julukan dalam ayat al-Qur’an. Sedang dalam literatur bahasa Arab, ketika ada sesuatu yang mempunyai ragam nama dalam penyebutan, niscaya hal itu menunjukkan sebuah keistimewaan dan kemuliaan terhadap sesuatu tersebut. Berikut ini beberapa dibawah ini ialah nama lain dari tanah yang diharamkan sekaligus disucikan langsung oleh Allah Ta’ala tersebut:

1. Makkah
Inilah nama yang sangat termasyhur di kalangan umat Islam. Allah berfirman;

“Dan Dia-lah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Makkah sesudah Allah memenangkan kamu atas mereka, dan adalah Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS: al-Fath [48]: 24).

Tanah Haram disebut sebagai Makkah, sebab Makkah yang secara bahasa berasal dari kata ‘makka-yamukku’ yang memiliki makna mengeluarkan isi otak dari kerangka kepala manusia. Secara historis, dengan iklim dan keadaan alam yang begitu sulit, penduduk kota Makkah dahulu harus berjuang keras untuk bisa survive dalam penghidupan yang sulit itu. Dalam riwayat lain, Tanah Haram disebut Makkah di sebabkan karena ia akan mengeluarkan dan menghancurkan siapa saja yang melakukan kedzhaliman di dalamnya.

2. Bakkah

Firman Allah:
“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” (QS: Ali Imran [3]: 96).

Imam Mujahid, mufassir yang berasal dari kalangan Tabi’in menjelaskan, Bakkah merupakan nama lain dari kota Makkah. Senada, ad-Dhahhak juga menambahkan, Bakkah berasal dari turunan kata yaitu al-bakku yang artinya sesak atau ramai. Ia juga disebut demikian karena memiliki jumlah manusia yang meruah ke Tanah Haram untuk melaksanakan ibadah dan thawaf mengelilingi Ka’bah.

Dalam riwayat lain, Bakkah yang bermakna menghancurkan tulang belakang. Sebab keberadaan Tanah Haram menjadi sebuah jaminan bagi siapa saja yang menentang di dalamnya niscaya akan terusir keluar dari wilayah kota Makkah atau akan mengalami kehancuran dengan sendirinya akibat perbuatan dzhalim itu.

3. Umm al-Qura

Allah berfirman:

“Demikianlah Kami wahyukan kepadamu al-Quran dalam bahasa Arab, supaya kamu memberi peringatan kepada Umm al-Qura (penduduk Makkah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (Kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga, dan segolongan masuk Jahannam.” (QS: asy-Syura [42]: 7).

Ibnu Katsir menjelaskan, Makkah disebut Umm al-Qura dikarenakan ia adalah kota yang sangat mulia di seluruh dunia dan paling dicintai oleh Nabi SAW.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abdurrahman bin Abdullah bin Adi az-Zuhri, ia menceritakan: Suatu hari berada di tengah pasar kota Makkah, Nabi bersabda, “Demi Allah! Engkau (Makkah) adalah sebaik-baik bumi Allah, tanah yang paling dicintai Allah. Sekiranya bukan karena saya diusir maka saya tidak akan pernah meninggalkan kota ini.” Imam at-Tirmidzi menyatakan hadits tersebut hasan shahih.

Dalam riwayat yang lain, Tanah Haram Mekkah disebut juga Umm al-Qura sebab ia telahmenjadi induk bagi seluruh wilayah di dunia ini. Makkah menjadi pusat kota yang setiap tahunnya pasti didatangi oleh jutaan manusia dari seluruh penjuru dunia. Bahkan ada juga yang menyebutnya merupakan sebagai kota tertua di dunia.

4. Al-Balad al-Amin

Firman Allah:
“Dan demi kota (Makkah) ini yang aman.” (QS: at-Tin [95]: 3).

Ketika pada saat menafsirkan ayat ini, Ibnu Abbas berkata, al-balad al-amin adalah sebuah kota Mekkah. Secara tersurat Allah bersumpah dengan menggelari kota Mekah sebagai kota yang aman. Selain menunjukkan kemuliaan kota Makkah, hal ini sekaligus garansi langsung dari Allah yang menjadikan Makkah sebagai kota yang aman. Sebuah garansi kepada siapa saja yang memasukinya baik sebagai penduduknya ataupun pendatang di sana niscaya akan merasakan keamanan yang sama rata.

Keamanan tersebut mencakup dengan keamanan seluruh makhluk hidup dan benda mati. Kota Mekkah sebagai Tanah Haram yang melarang adanya peperangan dan saling membunuh terhadap sesama manusia. Di sana juga berlaku adanya larangan berburu binatang dan memotong pohon bahkan duri tumbuh-tumbuhan. Termasuk di dalamnya juga larangan untuk mengambil luqathah (barang temuan yang bukan merupakan pemiliknya). paket umroh ramadhan

Sahabat Abdullah bin Abbas menceritakan, suatu hari Nabi SAW bersabda ketika Futuh Makkah (penaklukan Mekkah), “Sesungguhnya negeri ini telah diharamkan oleh Allah sejak hari penciptaan langit dan bumi. Ia adalah Tanah Haram dengan kehormatan Allah hingga hari Kiamat. Tidak boleh memotong sepotong duri (pohon), tidak boleh memburu binatang, tidak boleh mengambil (luqathah) barang temuan kecuali ia hendak mengumumkannya, dan tidak boleh dicabut rerumputannya.” (Riwayat Muslim).

Dalam hadits yang lain, Tanah Haram Makkah juga aman dan terbebas dari kedatangan Dajjal menjelang Hari Kiamat kelak. Anas bin Malik meriwayatkan, Nabi bersabda:

“Tidak ada satupun negeri atau kota yang nantinya tidak dimasuki oleh Dajjal kecuali Mekkah dan Madinah. Setiap jalan masuk kedua kota tersebut dijaga oleh para malaikta yang berbaris-baris. Kemudian Madinah akan mengguncang penghuninya sebanyak tiga kali guncangan, sehingga semua orang munafik dan kafir keluar dari wilayah itu.” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).