Arsip Tag: kuota haji jawa timur

Provinsi Lain Bisa Gunakan Kuota Haji Tahun 2017 Ini Satu Embarkasi

Ada aturan baru yang diberlakukan terkait distribusi kuota haji tahun ini. Daerah yang kuotanya tidak terserap sepenuhnya, sisanya bisa diberikan kepada provinsi lain yang masih dalam satu embarkasi.

Provinsi Lain Bisa Gunakan Kuota Haji Tahun 2017 Ini Satu Embarkasi

Aturan baru ini sudah tertuang dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 75 tahun 2017 tentang Penetapan Kuota Haji Tahun 1438H/2017M yang telah ditandatangani pada tanggal 9 Februari lalu.

Diktum keenam KMA ini berisi aturan bahwa, “Apabila terdapat provinsi yang tidak memenuhi kuota haji reguler pada saat berlangsungnya keberangkatan jamaah haji ke Arab Saudi, maka sisa kuota provinsi yang bersangkutan dapat diberikan kepada provinsi lain dalam satu embarkasi”

Kasubag Humas Kemenag Sumsel, Saefuddin Latief, menjelaskan bahwa semangat dari kebijakan ini adalah untuk mengoptimalkan serapan kuota haji. Melalui kebijakan ini, kuota haji diharapkan dapat terserap lebih maksimal lagi sehingga tidak ada sisa kedepannya.

Kosongnya kuota dalam suatu provinsi disebabkan oleh batalnya keberangkatan dengan berbagai alasan. Kuota itu tidak bisa diisi oeh provinsi yang bersangkutan saat menjelang keberangkatan. Sehingga, sisa kuota tersebut dapat dimanfaatkan oleh provinsi lain bila masih memungkinkan untuk proses visa.

Misalnya begini; dari Provinsi Papua, yang berangkat dari embarkasi Makassar. Pada saat kloternya sudah berangkat semua, ternyata masih ada kuota yang tidak terisi karena pada saat di akhir keberangkatan berhalangan berangkat.

Jika saat itu masih ada kesempatan memvisa, maka itu bisa dimanfaatkan oleh provinsi lain yang masih dalam satu embarkasi. Meskipun, kuota haji sudah terserap dan pembayaran dilunasi, pembatalan pada saat menjelang keberangkatan.

Dalam rangka mengisi kekosongan, kuota haji tahun ini tersebut juga bisa digantikan oleh provinsi lain yang sudah siap dan dalam satu embarkasi.

Untuk pemberangkatan haji pada tahun 2017 ini, Indonesia memiliki 13 embarkasi.

Berikut ini adalah daerah embarkasi yang mengakomodasi 34 provinsi yang ada :

  1. Embarkasi Aceh (BTJ) untuk pemberangkatan jamaah dari Provinsi Aceh
  2. Embarkasi Medan (MES) untuk pemberangkatan jamaah dari Provinsi Sumetera Utara
  3. Embarkasi Batam (BTH) untuk pemberangkatan jamaah dari Provinsi Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat dan Jambi
  4. Embarkasi Padang (PDG) untuk pemberangkatan jamaah dari Provinsi Sumatera Barat dan Bengkulu
  5. Embarkasi Palembang (PLM) untuk pemberangkatan jamaah dari Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Bnagka Belitung
  6. Embarkasi Jakarta (JKG) untuk pemberangkatan jamaah dari Provinsi Lampung, Banten dan DKI Jakarta
  7. Embarkasi Jakarta (JKS) untuk pemberangkatan jamaah dari Provinsi Jawa Barat
  8. Embarkasi Solo (SOC) untuk pemberangkatan jamaah dari Provinsi Jawa Tengah
  9. Embarkasi Surabaya (SUB) untuk pemberangkatan jamaah dari Provinsi Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Timur
  10. Embarkasi Lombok (LOP) untuk pemberangkatan jamaah dari Provinsi Nusa Tenggara Barat
  11. Embarkasi Banjarmasin (BDJ) untuk pemberangkatan jamaah dari Provinsi Kalimantan Tengah & Selatan
  12. Embarkasi Balikpapan (BPN) untuk pemberangkatan jamaah dari Provinsi Kalimantan Timur, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah
  13. Embarkasi Ujung Padang (UPG) untuk pemberangkatan jamaah dari Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

 

Untuk informasi daftar haji plus berangkat tahun ini contact 085717589900

Kemenag, Belum Ada Kepastian Kuota Haji 2017

Kementerian Agama (Kemenag) menyayangkan masih beredar informasi hoax atau palsu terkait kuota haji 2017. Kementerian yang dipimpin Lukman Hakim Saifuddin ini menyatakan, sampai saat ini belum ada kepastian kuota haji 2017.

 

Kemenag Belum Ada Kepastian Kuota Haji 2017

 

Hingga saat ini belum ada kepastian kuota haji Indonesia untuk tahun 2017.

Kepastian ini terkait kuota yang tetap dikurangi 20 persen 168.800 atau akan kembali seperti semula 211.000.

 

Informasi yang dapat dipercaya hanya setelah penandatanganan nota kesepahaman yang setiap awal tahun dilakukan Kementrian Agama di seluruh negara dengan Kementrian Haji Arab Saudi. Kemungkinan besar MOU tentang kuota haji itu baru di tekankan pada akhir bulan Januari 2017 nanti dan belum ada tanggal yang pastinya.

 

Di dalam nota kesepahaman tersebut akan diuraikan secara eksplisit ketentuan-ketentuan apa saja yang terkait haji setiap negara termasuk Indonesia yang akan dijadikan pegangan bagi pemerintah.

Kemenag sangat memahami masyarakat Indonesia ingin setiap tahun kuota haji ditambah sehingga antrian haji dapat lebih pendek. Tetapi dengan bertambahnya kuota, perlu dipikirkan dampak yang akan muncul. Salah satunya adalah saat mabit di Mina.

Hingga saat ini masih ada 20 ribu jamaah haji Indonesia yang menginap di Mina Jadid. Mina Jadid untuk beberapa pemahaman ulama konservatif secara syar’i berarti melakukan mabit di luar Mina, sehingga mabitnya tidak sah.

 

Karena wilayah Mina tidak dapat diperluas sesuai dengan ketentuan sejak masa Rasulullah. Kemenag berupaya untuk meminta kepada Muassasah Asia Tenggara agar haji Indonesia dikembalikan di satu tempat semula yang disebut Mina Qadim.

 

Saat ini kapasitas Mina Qadim satu orang mendapat bagian 1,6 meter persegi, tetapi jika ditambah 20 ribu dari jamaah haji Indonesia maka jatah setiap orang hanya 1,1 meter persegi, kita bisa bayangkan saat mabit jamaah haji hanya dapat berdiri tanpa dapat bergerak sama sekali.

 

Sehingga, saat ini kesepakatan ulama menganalogikan bahwa mabit di Mina Jadid sama seperti shalat berjamaah tetapi ruang shalat di masjid sudah penuh. Terpaksa, jamaah harus shalat berjamaah di halaman atau di jalan.