Arsip Tag: haji

Penyelenggara Haji Umroh Terpercaya di Jakarta

Penyelenggara Haji Umroh, Memberangkatkan jamaah haji umroh itu mudah tetapi menjadi tugas berat membuat para jamaah menjadi haji mabrur dan menjaga kemabrurannya. Aida Tourindo Wisata justru memilih jalan tersebut, sehingga itulah yang membedakan Aida Tourindo Wisata dengan penyelenggara biro perjalanan umroh haji lainnya.

Penyelenggara Haji Umroh

Bagi AlHijaz Indowisata jamaah haji umroh merupakan tamu Allah SWT yang harus mendapatkan layanan yang maximal oleh karena itu dimulai dari persiapan di Tanah Air yang termasuk kegiatan manasik haji, waktu keberangkatan umroh haji, selama menjalankan ibadah di tanah suci, serta saat jamaah umroh haji pulang dari melaksanakan ibadah harus dibuat senyaman mungkin. Kenyamanan itu pula yang mendukung setia jamaah mencapai kemabruran haji umroh dalam beribadah.

Menjalankan Perintah Allah Bersama Biro Haji Umroh Terpercaya

Daftar Tunggu Calon Haji Reguler Kuningan 18 Tahun

Daftar tunggu pemberangkatan jemaah haji Indonesia asal Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, sudah antri sampai dengan tahun 2022. Maka dari itu bagi calon jamaah yang akan mendaftar di tahun 2015, mereka baru bisa berangkat haji pada tahun 2023 atau perkiraan sekitar 18 tahun masuk daftar tunggu keberangkatan.

 

daftar tunggu

Hal tersebut diungkapkan wakil ketua Panitia Pemberangkatan Haji Indonesia Kabupaten Kuningan H. Yusron Cholid, usai melepas pemberangkatan calon jemaah haji kloter 32 dan 33 Kabupaten Kuningan.

Berdasarkan daftar tunggu PPIH Kabupaten kuningan tercatat hampir 7 ribu calon jemaah yang sudah mendaftar, mereka menunggu sampai diberangkatkan tahun 2022,” jelas Yusron, Kamis 11 September 2014.

Jumlah calon jemaah haji kloter 32 yang diberangkatkan sebanyak 444 orang, kloter 33 sebanyak 320 orang, didampingi ketua rombongan, pembimbing dan tenaga medis, total yang diberangkatkan 766 orang. Rombongan ini akan berangkat Jumat malam, langsung terbang ke Madinah, Saudi Arabia.

sumber : tempo

Jamaah Haji Indonesia, Jangan Mau Diperas Joki Hajar Aswad

Abdul Jamil DirJen Pelaksanaan Haji Umrah Gantikan Anggito

Menteri Agama ad interim Agung Laksono mengumumkan telah menerima pengunduran diri Direktur Jenderal Pelaksanaan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Anggito Abimanyu. Sebagai gantinya, Presiden telah menunjuk Abdul Jamil sebagai Dirjen PHU. www.travelumrahhaji.com

Tadi telah dikeluarkan keputusan presiden tentang penunjukan Profesor Abdul Jamil sebagai Dirjen PHU dan mulai hari ini akan langsung menjalankan jabatan baru ini, kata Agung dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Jumat (30/5/2014) malam.

Abdul Jamil sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag. Pergantian yang relatif cepat ini, menurut Agung, karena pemerintah tidak ingin pelaksanaan haji tahun ini terganggu.

Waktu pelaksanaan haji yang tidak lama lagi kita harapkan dapat berjalan tanpa gangguan, kata Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat tersebut.

Anggito mengundurkan diri karena ingin fokus menghadapi kasus dugaan korupsi penyelenggaraan haji di Kemenag tahun 2012-2013 yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi.

KPK telah menetapkan Suryadharma Ali, yang sebelumnya menjabat Menteri Agama, sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

 

 

Sumber : KOMPAS com
Anggito Abimanyu DirJen Haji Mengundurkan Diri

Anggito Abimanyu DirJen Haji Mengundurkan Diri

Direktur Jenderal (Dirjen) Haji dan Umroh Anggito Abimanyu mengundurkan diri dari jabatannya hari ini, Jumat 30 Mei 2014.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono yang saat ini menjadi pengganti sementara Menteri Agama Suryadharma Ali. www.travelumrahhaji.com.

 

Tadi baru dapat laporan dari Setjen Kementerian Agama, bahwa pukul 11.00 WIB tadi menerima surat dari Bapak Anggito, dirjen haji, yang menyatakan beliau mundur sebagai dirjen haji hari ini, kata Agung di Istana Cipanas, Jawa Barat.

Menurut Agung, ada beberapa alasan Anggito mundur yang disampaikannya melalui surat pengunduran dirinya itu. Salah satunya, karena dia merasa akan menghadapi masalah hukum. Sama seperti mantan menterinya, Suryadharma Ali.

Beliau minta persetujuan mundur karena kemungkinan seperti yang diberitakan di media, akan hadapi masalah hukum. Meskipun hal itu belum jelas ada pasal hukum seperti apa, tapi beliau katakan ke saya, karena ada masalah hukum sehingga perlu fokus pada itu, ujar Agung.

Pengunduran diri Anggito ini, kata Agung, sudah dilaporkannya kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam rapat terbatas hari ini. SBY pun, menyarankan agar Agung menerima pengunduran diri Anggito.

Beliau (SBY) harapkan setiap pejabat bisa fokus, sungguh-sungguh, bisa bekerja sama dengan siapa pun. Apalagi masalah haji ini sudah tidak jauh lagi dalam waktu dekat. Jadi perlu perhatian kuat, karena itu, pengunduran itu sudah diterima, kata dia.

Rapat Cari Pengganti

Usai rapat terbatas ini, Agung akan segera melakukan rapat dengan pejabat di Kementerian Agama dan memutuskan pengganti Anggito.

Pada hari ini juga, kami akan menetapkan pengganti pak Anggito agar bisa melanjutkan persiapan haji, agar tidak terganggu, baik yang bersifat regulasi maupun persiapan infrastruktur di Saudi Arabia. Baik di Mekah, Jeddah dan di Madinah, kata dia.

Komisi Pemberantasan Korupsi sendiri belum menetapkan Anggito Abimanyu sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa pada penyelenggaraan haji tahun anggaran 2012-2013 di Kementerian Agama.

Meski begitu, KPK sudah menyita telepon genggam milik Anggito bersama dengan sejumlah dokumen penyelenggaraan haji di Kementerian Agama pada saat penggeledahan pada tanggal 22 dan 23 Mei 2014.

Ada penyitaan handphone milik Anggito Abimanyu, kemungkinan di HP Anggito itu ada jejak-jejak tersangka, kata Juru Bicara KPK, Johan Budi beberapa waktu lalu.

Sejauh ini baru Suryadharma yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Namun, tidak menutup kemungkinan lembaga anti rasuah itu juga akan menambah daftar baru dalam penetapan tersangka.

Penyidik masih mengembangkan hasil sitaan. Jika ditemukan dua alat bukti yang cukup, maka kemungkinan akan ada tersangka baru, kata Johan

Sumber : VIVAnews

 
paket umroh lengkap dan berkualitas

Heboh virus mers hanya di Indonesia

Imbauan Pemerintah Republik Indonesia agar jemaah haji dan umrah mengenakan masker untuk menangkal virus mers saat berada di tempat umum dan keramaian nampak tak digubris. Pantauan Harian Terbit dalam beberapa hari ini di pusat-pusat ibadah yang berada di Mekkah dan Madinah, Arab Saudi, hanya segelintir orang yang mengenakan masker www.travelumrahhaji.com.

 

virus mers

 

Pemandangan di sekitar Masjid Nabawi, Madinah, Ka’bah dan Masjidil Haram, Mekkah, misalnya. Ratusan hingga jutaan para jemaah memadati dua tempat ini, namun yang mengenakan masker bisa dihitung dengan jari.

Begitupun dengan jemaah Lansia dan Balita, meski Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan travel advice agar dua kategori ini menunda untuk mendatangi wilayah Arab Saudi atau melaksanakan umrah dan haji, tetapi jumlahnya tetap banyak.

Beberapa jemaah umrah yang berhasil diwawancarai, rata-rata tidak mengkhawatirkan ancaman penyakit Sindrom Pernapasan Timur Tengah atau Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV). Mereka pasrah dan mempercayakan kesehatannya kepada sang Khalik.

“Hidup dan mati kita serahkan dan pasrahkan kepada Allah. Ini kota suci, saya yakin Allah akan menjaga saya. Keyakinan ini juga menambah kekhusyukkan ibadah saya,” tutur Fadillah, jemaah asal Indonesia kepada Harian Terbit, kemarin.

Muhammad Kamal, seorang pembimbing ibadah bagi para jemaah asal Indonesia yang telah tinggal selama lima tahun di Madinah, Mekkah, justru menyayangkan hebohnya pemberitaan terkait virus MERS di Arab Saudi.

“Sebenarnya kita tidak perlu takut terhadap virus MERS tersebut, yang akhirnya mengurungkan niat kita untuk beribadah, karena Allah akan menjaga kita,” ujarnya.

Tak hanya itu, dirinya juga meminta bila terjadi kasus wafatnya jemaah tidak selalu dikaitkan dengan virus MERS. “Saya sangat menyayangkan berita belakangan ini bahwa jemaah yang wafat di tanah air usai melakukan umroh selalu dikaitkan dengan MERS. Padahal, sebelum maraknya virus ini banyak juga para jemaah yang meninggal usai beribadah. Mungkin faktor usia atau yang lainnya, bukan karena MERS. Dan itu adalah rahasia Allah,” tuturnya.

Kepala Pusat Kesehatan Haji, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr. Fidiansjah, mengaku hanya bisa mengimbau kepada para calon jemaah umrah dan haji untuk mengikuti saran pemerintah dalam menjalankan ibadah, yaitu rajin cuci tangan, menghindari berinteraksi dengan unta, dan sebisa mungkin menggunakan masker.

Namun, kata dia, pemerintah tidak bisa mencegah para jemaah umrah dan haji Indonesia yang Lansia dan Balita untuk melaksanakan ibadah. Sebab, dari pemerintah Arab Saudi dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga belum mengeluarkan kebijakan pelarangan, melainkan baru sekadar imbauan. Ditambah, orang beribadah itu tidak boleh dilarang.

“Kita sudah kasih tahu dan kita juga tidak bisa melarang orang untuk ibadah,” katanya dihubungi Harian Terbit, Minggu (18/5).

Dia menambahkan, Kemenkes sendiri tidak bisa mengeluarkan kebijakan untuk melarang Lansia dan Balita untuk pergi berangkat umroh, meski risiko tinggi tertular virus MERS. “Kalau belum ada larangan dari Internasional, kita tidak bisa melarang. Kalau sudah ada, pasti kita melarang,” tegasnya.

Terlebih, di Indonesia sendiri hingga saat ini belum ada pasien positif terinfeksi penyakit yang disebabkan oleh virus MERS. Dari hasil uji labaoratorium Kemenkes pada 100 pasien yang terindikasi mengidap MERS, sebanyak 74 sample pasien negatif dan sisanya masih diuji.

Sementara itu, Staf Ahli Menkokesra Bidang MDGs, Dr. Rachmat Sentika, Sp, A, MARS, menyarankan Kemenkes untuk mengeluarkan peraturan berupa Permenkes (Permenkes) atau sejenisnya agar tidak dilanggar. “Kemenkes hanya keluarkan surat edaran ke biro-biro perjalanan umroh, itu tidak bisa, pasti dilanggar. Harusnya Kemenkes keluarkan suatu peraturan,” ujarnya.

Hingga saat ini, kata dia, Kemenkes dan Kementerian Agama masih menunggu keputusan dari pemerintah Arab Saudi dan WHO untuk melarang Lansia dan Balita berkunjung ke wilayah Arab Saudi.

“Ini yang sedang ditunggu. Kita tidak bisa melarang mereka hanya surat himbauan atau edaran. Lansia juga maunya meninggalnya disana,” pungkasnya.

Menurutnya, Kemenkes harus lebih tegas terhadap para biro-biro perjalanan umroh/haji untuk tidak memberangkatkan Lansia dan Balita dengan membuat suatu peraturan. Namun, upaya Kemenkes untuk mengeluarkan kebijakan itu, terganjar dari kebijakan Internasional bahwa saat ini baru dalam bentuk himbauan belum berbentuk larangan.

“Di Arab Saudi baru ada travel warning, belum ada travel boarming. Tapi yang penting itu kondisi badan sehat, vaksinasi saja flu. Kedua, mereka sudah bayar, sehingga mereka memberanikan jalan,” tuturnya.

Dia menambahkan, Kemenkes dan Kemenag juga sedang menunggu dikeluarkannya pelarangan jamaah umroh Lansia dan Balita untuk berangkat ke Arab Saudi dari pemerintah Arab Saudi dan WHO. “Ini yang sedang ditunggu. Kita tidak bisa melarang mereka hanya surat imbauan atau edaran. Lansia juga maunya matinya disana,” pungkasnya.

Senin, 19 Mei 2014, Jakarta, Harian Terbit

biaya untuk paket ibadah umroh sekarang 2015 termurah