Pengelola Umroh dan Haji Apresiasi Raja Salman

Dengan kedatangannya Raja Arab Saudi, Raja Salman selama sepekan ini berkunjung ke Indonesia mengundang simpati, apresiasi dan harapan bagi masyarakat di Tanah Air. Selain meningkatkan hubungan kedua negara juga turut meningkatkan bisnis khususnya dibidang penyelenggaraan umrah.

Pengelola Umroh dan Haji Apresiasi Raja Salman

Kunjungan Raja Salman tentu saja memiliki maksud dan tujuan yang menjadi sebuah harapan masyarakat Indonesia. Setidaknya, hubungan antarnegara sahabat ini semakin erat, tidak hanya pada dimensi ekonomi, namun sosial dan budaya juga,

Demikian yang disampaikan oleh Bendahara Umum Asosiasi Umrah dan Haji PRATAMA Ali Masugi di Jakarta, Ada tiga harapan yang kita sampaikan atas kedatangan Raja Salman ke Indonesia.

Pertama, pihaknya menyampaikan ucapan terimakasih atas kuota haji Indonesia sudah kembali normal kepada jumlah semula. Namun demikian, kita juga berharap kiranya Raja Salman dapat menambah atau menyesuaikan kuota tahun ini dan tahun yang akan datang yang mengacu kepada perhitungan minimal satu permil dari jumlah penduduk muslim Indonesia dan ditambah dari penambahan kuota sehingga jumlahnya mencapai 250 ribu untuk kuota haji pada tahun ini.

Menurutnya, jumlah penduduk yang ada di Indonesia sekitar 255 juta jiwa data sensus penduduk pada Tahun 2016 lalu. Oleh sebab itu, jika jumlah penduduk muslim sebesar 87,17 % maka kuota haji Indonesia menjadi 222.284 dan ditambah lagi penambahan kuota haji tahun ini sebesar 27.716 dari kuota penyesuaian sehingga total kuota haji Indonesia tahun ini menjadi sebanyak 250.000 orang.

Kedua, pihaknya sangat mengharapkan agar biaya visa bagi jamaah umrah dapat digratiskan. “Karena tidak semua jamaah umrah masuk dalam kategori ekonomi yang sangat berkecukupan dalam dimensi keuangan.

Ketiga, pihaknya begitu mengharapkan kepada Raja Salman agar seluruh asosiasi umrah dan haji dapat lebih bersinergi lagi dengan lembaga terkait Arab Saudi yang mengurusi soal haji, umrah dan wisata.

”Asosiasi umrah dan haji ialah merupakan sebuah mitra dan pelayan, baik di Tanah Air maupun Arab Saudi, dengan adanya MoU (Nota kesepahaman) bersama asosiasi setidaknya peluang besar untuk lebih menggerakkan sektor industri ini akan lebih kuat termasuk industri jasa wisata halal,”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *