Ketika Orang Mekah dan Madinah Pergi Naik Haji

Orang Mekah dan Madinah naik haji?” Pertanyaan ini sering kali terdengar dari banyak pihak ketika berada di Mekah baik untuk ibadah umrah maupun haji. Bukan hanya itu saja, sebagian Muslim lainnya percaya bahwa setiap orang yang mukim atau tinggal di Mekah semuanya pasti sudah pernah melakukan naik haji karena jarak mereka kan sangat dekat.

 

Ketika Orang Mekah dan Madinah Pergi Naik Haji

 

Banyak warga Mekah dan juga Madinah yang sudah berumur dan dalam kategori mampu untuk mengerjakan rukun Islam kelima, belum juga menunaikan haji. Alasannya yang bermacam-macam. Dari yang merasa belum dipanggil hingga merasa masih muda hingga merasa harus menunda-nunda.

Ketika pertama kali menemukan hal tersebut, bahkan pernah ada warga Madinah yang mengurusi ibadah haji dan umrah.

Sama halnya dengan orang Islam di Indonesia, meski Islam dan mampu secara batiniah dan lahiriah banyak di antara kita yang belum merasa untuk naik haji. Dengan berbagai alasan yang mereka kemukakan, dari yang takut hartanya akan berkurang sampai merasa dosanya masih sedikit, warga Mekah juga seperti itu. Terkadang lucu juga jika melihat kenyataan ini. Begitu besar animo orang di luar Mekah naik haji, namun warganya sendiri malah sanati-santai saja.

Ya istilahnya kayak onta tersebut. Meski berulangkai berada hingga tinggal di Mekah belum tentu dia pernah melakukan naik haji. Di sini membuktikan bahwa naik haji memang sudah panggilan bagi orang yang beriman dan ikhlas hatinya menurut Allah SWT.

Bukan hanya itu saja, banyak juga di antara warga Jiran (warga yang tinggal di seputaran) Kota Mekah yang ke Masjidil Haram hanya setahun sekali, yakni ketika datangnya bulan suci Ramadhan. Di luar itu mereka sama sekali tak pernah ke sana.

Warga yang terdapat di dua Kota Suci ini ketika hendak naik haji juga membutuhkan dukungan yang khusus. Ada warga Arab yang tinggal di Madinah pergi untuk naik haji. Karena belum menikah,meski sudah berusia sekitar 25 tahun, dia meminta izin pada ayahnya. Saat itu juga ia menemui ayahnya untuk meminta izin memberangkatkan haji anak lelakinya. Bayangkan, selama itu anak tersebut bolak-balik ke Mekah dari Madinah, ternyata belum naik haji meski sudah mampu dan dewasa.

Tidak beda jauh dengan kebiasaan Muslim Indonesia yang setiap hendak naik haji melakukan walimatul safar, ‘si pelayan Arab’ itu begitu mau dan diizinkan ayahnya naik haji, dia pun mengumpulkan keluarganya untuk meminta restu dari semuanya. Di situ juga ada acara yang sederhana yakni ngumpul-ngumpul seperti kebiasaan orang Indonesia.

Khusus untuk orang Mekah, di sana juga memiliki ketentuan kuota haji. Di sana ada peraturan bahwa naik haji bagi warganya tidak bisa dilaksanakan pada setiap tahun. Setiap orang warga Mekah hanya bisa mengerjakan haji selama lima tahun sekali. Kalau tetap nekad untuk bisa melakukan haji tanpa izin dan kemudian tertangkap razia pasti mereka juga akan berurusan dengan pihak keamanan Makah.

Razia ini selalu ada pada tiap tahun. Bagi orang Arab yang berada di luar kota Mekah pun harus punya izin untuk bisa melaksanakan naik haji. Pada menjelang puncak ibadah haji selalu ada pemeriksaan bagi setiap orang yang hendak masuk Mekah.

Bagi mereka yang tidak memiliki izin, maka akan masuk Mekah secara sembunyi-sembunyi, melalui jalur tikus lewat perkampungan dan bukit-bukit yang terpencil untuk bisa menghindari penjagaan. Dan sekarang ini dari tahun ke tahun semakin sulit seiring dengan semakin ketatnya pemberian visa haji maupun visa tinggal di Arab Saudi.

Lalu di mana warga Mekah ketika pada saat musim haji tiba? Pertanyaan ini juga sering kali diajukan ketika jamaah haji berada di kota tersebut setelah melihat jarangnya warga Mekah yang bisa mereka jumpai.

Sebab, setiap kali mereka berbelanja mereka ternyata hanya menemui ‘mukimin’ Mekah, yakni warga pendatang yang bekerja di Mekah yang berasal dari berbagai negara seperti negara-negara Afrika (Maroko, Mesir, Yaman, Maroko, dan yang lainnya) hingga warga Eropa seperti Bosnia dan Rusia, atau warga asal Asia seperti India, Pakistan, Indonesia, Mymnar, Filipina, Bangladesh dan lainnya.

Jadi jangan salah sangka, ketika musim haji tiba dan biasanya berbarengan dengan masa liburan, warga Mekah pergi ke luar kota. Mereka sewakan rumah-rumahnya untuk ditinggali para jamaah. Maka tidak heran bila ketika rumah itu disewa, pasti ada satu lantai yang dikunci karena penuh dengan perabotan rumah tangga mereka. Sehingga tidak heran bila di musim haji sangat jarang warga asli Mekah yang bisa untuk ditemui.

Pelajaran yang paling penting lainnya adalah jamaah umrah dan haji tetap bersikap waspada ketika berada di Mekah. Sebab, banyak juga warga yang tinggal di Mekah yang sering iseng dan bahkan kerap nekad untuk melakukan tindak kejahatan.

Pahamilah bahwa Mekah itu memang tanah suci, tapi warganya adalah manusia biasa seperti yang lainnya. Apalagi di musim haji ketika manusia dari berbagai negara berkunjung ke situ, semua kemungkinan bisa terjadi.

Pengelola Umroh dan Haji Apresiasi Raja Salman

Dengan kedatangannya Raja Arab Saudi, Raja Salman selama sepekan ini berkunjung ke Indonesia mengundang simpati, apresiasi dan harapan bagi masyarakat di Tanah Air. Selain meningkatkan hubungan kedua negara juga turut meningkatkan bisnis khususnya dibidang penyelenggaraan umrah.

Pengelola Umroh dan Haji Apresiasi Raja Salman

Kunjungan Raja Salman tentu saja memiliki maksud dan tujuan yang menjadi sebuah harapan masyarakat Indonesia. Setidaknya, hubungan antarnegara sahabat ini semakin erat, tidak hanya pada dimensi ekonomi, namun sosial dan budaya juga,

Demikian yang disampaikan oleh Bendahara Umum Asosiasi Umrah dan Haji PRATAMA Ali Masugi di Jakarta, Ada tiga harapan yang kita sampaikan atas kedatangan Raja Salman ke Indonesia.

Pertama, pihaknya menyampaikan ucapan terimakasih atas kuota haji Indonesia sudah kembali normal kepada jumlah semula. Namun demikian, kita juga berharap kiranya Raja Salman dapat menambah atau menyesuaikan kuota tahun ini dan tahun yang akan datang yang mengacu kepada perhitungan minimal satu permil dari jumlah penduduk muslim Indonesia dan ditambah dari penambahan kuota sehingga jumlahnya mencapai 250 ribu untuk kuota haji pada tahun ini.

Menurutnya, jumlah penduduk yang ada di Indonesia sekitar 255 juta jiwa data sensus penduduk pada Tahun 2016 lalu. Oleh sebab itu, jika jumlah penduduk muslim sebesar 87,17 % maka kuota haji Indonesia menjadi 222.284 dan ditambah lagi penambahan kuota haji tahun ini sebesar 27.716 dari kuota penyesuaian sehingga total kuota haji Indonesia tahun ini menjadi sebanyak 250.000 orang.

Kedua, pihaknya sangat mengharapkan agar biaya visa bagi jamaah umrah dapat digratiskan. “Karena tidak semua jamaah umrah masuk dalam kategori ekonomi yang sangat berkecukupan dalam dimensi keuangan.

Ketiga, pihaknya begitu mengharapkan kepada Raja Salman agar seluruh asosiasi umrah dan haji dapat lebih bersinergi lagi dengan lembaga terkait Arab Saudi yang mengurusi soal haji, umrah dan wisata.

”Asosiasi umrah dan haji ialah merupakan sebuah mitra dan pelayan, baik di Tanah Air maupun Arab Saudi, dengan adanya MoU (Nota kesepahaman) bersama asosiasi setidaknya peluang besar untuk lebih menggerakkan sektor industri ini akan lebih kuat termasuk industri jasa wisata halal,”

Hal Unik Yang Akan Dijumpai Jamaah Umrah di Tanah Suci

Jamaah Umrah di Tanah Suci – Setidaknya, dengan Anda mengetahui hal-hal ini, calon jamaah umrah tak akan lagi merasa terkejut ketika melihat situasi di Tanah Suci.

 

Hal Unik Yang Akan Dijumpai Jamaah Umrah di Tanah Suci

 

Anda mempunyai rencana untuk melakukan perjalanan ibadah umrah dalam waktu yang dekat? Jika ya, berarti Anda perlu membaca ulasan berikut ini.

Kami akan membahas beberapa hal unik yang biasanya dijumpai jamaah umrah saat berada di Mekah dan Madinah. Setidaknya, dengan mengetahui hal-hal ini, calon jamaah umrah tak akan lagi terkejut ketika melihat situasi di Tanah Suci.

1. Bahasa Indonesia sudah sangat familiar sekali di Arab Saudi

Tahukah Anda, dalam penggunaan bahasa Indonesia ternyata sangat familiar di Arab Saudi? Orang Arab banyak yang sudah bisa berbahasa Indonesia, khususnya para pedagang disana. Jangan merasa aneh ketika pada saat keluar dari pintu Masjid Nabawi akan terdengar para pedagang yang berucap, ” kerudung bagus-kerudung bagus harga lima real saja” .

Kemudian, jika Anda sedang melaksanakan shalat di luar Masjid Nabawi, Anda akan melihat ada tulisan berbahasa Indonesia ‘Batas Terdepan untuk Shalat’ yang menandakan bahwa itu merupakan garis terdepan dari Imam Masjid Nabawi dan jamaah tidak bisa shalat melebihi dari area itu.

Al-qur’an terjemahan dalam bahasa Indonesia juga tersedia di Masjid Nabawi. Jadi kita tak perlu berat-berat membawa Alquran dari Tanah Air jika ingin sekaligus membaca terjemahannya juga.

2. Tidak ada closet duduk di toilet Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dan speker masjid kecil

Toilet yang ada di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi tidak memiliki closet duduk. Kemudian, speaker atau pengeras suara di Masjidil Haram ternyata tidak memakai ukuran yang besar-besar seperti masjid-masjid yang ada di Indonesia. Tetapi, ukurannya lebih kecil dan terpasang di setiap lengkung antara tiang-tiang. Sehingga, suara yang ditimbulkan dari speaker tersebut begitu menggema dan sangat menyentuh di hati.

3. Tak boleh membawa kamera digital atau DSLR

Biasanya jamaah umrah tidak diperbolehkan untuk menggunakan kamera digital atau DSLR oleh askar atau polisi penjaga. Namun dengan penggunaan ponsel diperbolehkan. Jadi, jika ingin berfoto untuk di jadikan moment setelah kembali ke tanah air pada sekitaran Masjidil Haram dan Masjid Nabawi sebaiknya tidak perlu membawa kamera yang berat, tetapi cukup dengan membawa ponsel yang memiliki kualitas baik.

4. Bus-bus di Arab Saudi umumnya tinggi-tinggi

Bus-bus yang terdapat di Arab Saudi umumnya pada tinggi-tinggi. Di bagian bawahnya dapat digunakan untuk menyimpan koper-koper jamaah umroh november dengan aneh dan bingung saat Anda akan naik bus tersebut, rasanya seperti naik bus tingkat yang kita temukan di Indonesia (Jakarta).

Batas-Batas Tanah Suci Kota Madinah

Rasulullah bersabda : Batas Kota Madinah adalah antara ‘Ayr dan Tsur; barangsiapa mengadakan hal yang baru atau menempatkan sesuatu yang baru, maka atasnya laknat Allah, Malaikat dan Manusia seluruhnya. Allah tisak akan menerimanya di hari kiamat. (Shahih Muslim, no. 1370).

Batas-Batas Tanah Suci Kota Madinah

Jarak antara Jabal Ayr dan Jabal Tsur ± 15 kam, keduanya merupakan batas tanah suci kota Madinah sebelah Selatan dan utara. Sedangkan batas Timur dan Barat adalah sebagaimana ditegaskan Nabi “Sesungguhnya aku tetapkan tanah suci antara kedua Labah adalah tanah yang diliputi oleh bebatuan hitam, salah satunya berada disebelah timur Madinah dan yang lainnya di sebelah barat.

Menurut Ibnu Hajar, yang dimaksud dengan laknat Allah, malaikat dan manusia ialah kata kiasan untuk menunjukkan jatuhnya dari rahmat Allah SWT yaitu adzab yang akan ditimpahkan kepada orang yang berbuat dosa, tetapi bukan seperti laknat terhadap orang-orang kafir. (Fath al-bahri, 4/84).

Batas-batas itu oleh Kementerian Dalam Negeri Saudi Arabia telah diberi tanda yang jumlahnya mencapai kira-kira 161 buah, untuk memudahkan para penziarah Madinah.

Rasulullah SAW pernah bersabda,

إ نَها حر م امن انها حر م امن

            “Sesungguhnya ia adalah tanah yang aman, sesungguhnya ia adalah tanah yang aman,” meurut Haitsami para perawinya terasuk rijal alshahih (para perawi yang jujur) Majma’ al-Zawwaid, (3/302).

Daerah Timur (daerah waqim lama): adalah daerah yang diliputi bebatuan yang terbakar matahari, yang merupakan batas kota Madinah sebelah timur daerah ini terbagi menjadi lima, sesuai dengan komplek perumahan kabilah-kabilah di Madinah, sebelah Timur Quba’ adalah perkampungan Bani Nadhir, kemudian ke Utara berturut-turut Nani Quraidhah dan Bani Dhufr, lalu agak condong ke timur sedikit ialah Bani Abdul Asyhal dan sebelah utara paling ujung ialah perkampungan Bani Haritsah.

Daerah Barat (Daerah Waraban Lama): adalah batas sebelah barat kota Madinah. Dimana salah satu labah yang disebutkan di dalam hadits Nabi diatas terdapat di sini. Di sebelah timur laut daerah ini adalah perkampungan Bani Salimah yang berdekatan dengan Masjid Qiblatain. Sementara di ujung barat ialah istana Urwah ibn Zubair beserta sumur dan ladangnya. Sedangkan di ujung barat dayanya adalah gedung pertemuan Quba’ dan perkampungan Bani Qunaiqa” yang membentang luas hingga ke Qurban.

Catatan: Madinah adalah Sebuah kota di Saudi Arabia, tempat tinggal Nabi Muhammad SAW, setelah hijrah dan merupakan ibu kota khilafah Islam pada masa al-khulafa al-Rasyidin. Madinah terletak di suatu lembah yang subur di daerah Hijaz ± 275 km dari Laut Merah.

  1. Jabal ‘Ayr

Jabal ‘Ayr ialah merupakan batas kota Madinah sebelah selatan. Jabal ‘Ayr termasuk gunung tertinggi di Madinah setelah Jabar uhud dan akan nampak jelas ketika kita berada di komplek Urwah. Berikut ini beberapa keterangan penting tentang Jabal ‘Ayr:

Jarak dari Masjid Nabawi Panjang berkisar antara Lebar berkisar antara Tinggi dari permukaan BumiTinggi dari Permukaan Laut Jarak dari Jabal Uhud
8,5 km 5,4 & 6 km 2,5 – 3 km 300 m 1 km 15 km
  1. Jabal Tsur

Jabal Tsur ialah gunung kecil yang memiliki warna kemerah-merahan yang mengelilingi Jabal Uhud di belakangnya dari arah utara. Jabal Tsur juga merupakan batas kota Madinah pada sebelah utara, sekitar 8 km dari Masjid Nabawi atau ± 15 km dari Jabal ‘Ayr. Batas kota Madinah adalah diantara Jabal ‘Ayr dan Jabal Tsur.

Ketika memandang lepas kota Mekah, terlihat beberapa bukit batu. Di antara dataran tinggi bebatuan itu, tepatnya jika memandang ke arah selatan, terdapat bukit yang menjadi saksi atas sejarah keajaiban yang diberikan Allah SWT kepada Rasulullah SAW. Bukit tersebut adalah Jabal Tsur.

Bukit ini mempunyai tiga punya yang saling berdekatan dan menyambung. Bukit itu termasuk salah satu yang tertinggi di kota Mekah. Dipuncaknya, ada sebuah gua yang sangat bersejarah, yaitu Gua Tsur.

Para jamaah haji maupun umrah pada umumnya selalu mengunjungi likasi ini ketika sedang berada di Tanah Suci. Di gua yang berada di Jabal Tsur itulah Rasullah SAW diselamatkan dari orang Quraish yang mengejarnya.

Ketika itu Rasulullah dan para sahabatnya akan melakukan hijrah dari Kota Mekah menuju ke lokasi baru yang nantinya bernama Madinah.

Hijrah ini dilakukan karena Rasulullah mendapatkan banyak ancaman dari kaum kafir. Masa itu merupakan waktu yang kelam bagi umat Islam. Masa yang sulit untuk menegakkan agama Allah.

Bahkan dalam musyawarah yang panjang di Darun  Nadwah, para pemuka kaum Quraisy memutuskan akan membunuh Nabi Muhammad SAW. Mereka juga mengirimkan para pemuda perkasa yang berasal dari tiap-tiap kabilah Quraisy untuk menjadi pengawal.

Dari masing-masing yang dilengkapi dengan sebilah pedang. Alasan keterlibatan lebih dari satu kabilah agar Bani Hasyim dan Bani Muthallib, Kabilah Rasulullah berasal, tidak menuntut balas. Sebab, rata-rata kabilah Quraisy terlibat.

Pada malam hari waktu yang telah ditetapkan para pemuda ini sudah mengepung rumah Nabi Muhammad dari segala penjuru. Pada waktu lewat tengah malam, Nabi Muhammad SAW menyuruh Ali bin Thalib untuk tidur di tempat pembaringan dan memakai selimut yang biasa dipakai Rasulullah SAW.

Atas kekuasaan Allah tak seorang pun di antara para musuhnya yang melihat kepergian Nabi Muhammad SAW. Beliau lalu menuju ke rumah sahabatnya Abu Bakar untuk melarikan diri ke arah Jabal Tsur.

Setelah tersadar, para pemuda Quraisy ini kemudian masuk ke rumah. Ternyata mereka tidak menemukan Rasulullah, mereka hanya melihat Ali bin Abi Thalib yang berpura-pura menggantikan nabi tidur.

Rasulullah pun terus diburu oleh para kaum kafir di Mekah. Mereka terus mengejar dan berusaha untuk membunuhnya. Rasulullah dan sahabat yang menemaninya, Abu Bakar RA, terus berlari dan menyelamatkan diri.

Meski berat dalam memperjuangkan tegaknya ajaran Islam, Rasulullah tetap teguh berjuang dan tak pernah lelah untuk berdo’a. Ketika dikejar oleh kaum Quraisy di sekitar Jabal Tsur, Rasulullah pun menemukan gua tsur.

Gua ini tidak terlalu besar melainkan kecil, hanya cukup dimasuki oleh orang tanpa berdiri tegak. Selama tiga hari tiga malam Rasullah bersembunyi disana.

Keajaiban pun terjadi pertolongan Allah SWT keapada Rasulullah muncul ketika sangat dibutuhkan. Saat kaum Quraish tiba di depan gua, secara ajaib terdapat sarang laba-laba yang menutup mulut gua, juga sarang burung merpati.

Dalam waktu yang sangat singkat, makhluk-makhluk Allah ini terus berusaha untuk melindungi Rasulullah dengan membuat sarang besar yang biasanya harus dibuat dalam waktu yang lama.

Pengorbanan yang dilakukan Abu Bakar RA. Pada saat ia berada di dalam gua yang sempit itu, dengan kondisi tubuh yang sedang lelah karena belari dan kejaran kaum kafir, ia tak memperlihatkan rasa letih di depan Rasulullah. Ia pun mempersiapkan Rasulullah SAW untuk tidur di pangkuannya.

Saat itu, tiba-tiba keluar seekor ular berbisa dari lubang di dalam gua. Abu bakar berusaha menghalaunya agar ular tersebut tak mendekati Rasulullah.

Malang, justru dialah yang tergigit ular berbisa itu. Ia langsung menggigil dan demam karena gigitan ular tersebut. Meski keringat dingin mengucur dari wajah dan tubuhnya, ia tetap bergeming, tak ingin membuat tidur Rasulullah terganggu.

Pengorbanan ini juga dilakukan oleh Asma binti Abu Bakar RA. Perempuan shalihah ini berusaha memberikan suplai makanan kepada Rasullah yang sedang bersembunyi di dalam gua. Resiko besar dihadapinya, ia selalu mengendap–endap agar tidak ketahuan kaum kafir saat menuju Gua Tsur.

Oleh karena itu, gua itu bukan sembarangan gua. Di gua tersebut pernah terjadi sebuah peristiwa yang memperlihatkan perjuangan penegakkan Islam pada masa awalnya.

Gua ini menjadi saksi bisu pengorbanan kaum Muslim juga menjadi wujud nyata pertolongan Allah, yaitu sebuah keajaiban akan datang bagi hambanya yang sedang dalam kesulitan.

Peristiwa tersebut tertuang di dalam Alqur’an, tepatnya di surah at-Taubah ayat 40. Di dalamnya dijelaskan, Apabila kamu tidak ingin menolong Rasullah maka Allah SWT yang telah menjamin menolongnya ketika orang-orang kafir. Mengusirnya berdua bersama sahabatnya. Ketika keduanya berada dalam gua, dia berkata kepada sahabatnya: janganlah engkau berduka cita karena Allah SWT selalu ada bersama kita.

Lalu Allah SWT menurunkan ketenangan hati kepada  Nabi Muhammad dan membantunya dengan para pasukan yang tiada tampak olehmu. –>> paket umroh ramadhan

Dijadikan-Nya kepercayaan orang-orang kafir dan agama Allah SWT menduduki tempat teratas. Allah SWT maha perkasa lagi Maha Bijaksana.

Tambahan Pembiayaan Untuk Proyek Perluasan Masjidil Haram

Masjidil Haram merupakan tempat ribuan jama’ah umat Muslim untuk menyelesaikan salah satu ibadah nomor lima dalam rukun Islam, yaitu menunaikan ibadah haji jika mampu. Oleh karena itu, dengan berbagai pengembangan pun dilakukan di Masjidil Haram agar umat muslim mendapatkan kenyamanan selama melaksanakan ibadah haji.

 

Tambahan Pembiayaan Untuk Proyek Perluasan Masjidil Haram

 

Saat ini, sekitar Masjidil Haram juga sedang dalam proses konstruksi besar-besaran yang diperkirakan akan selesai pada tahun 2020 mendatang. Desain yang konon katanya akan selesai pada tahun 2020 yang akan datang tersebut adalah sebuah desain yang modern dan dapat memberi kenyamanan pada seluruh jama’ah haji yang dari tahun ke tahun semakin bertambah berdatangan ke Masjidil Haram.

Untuk memenuhi berbagai macam syarat keindahan dan kenyamanan tersebut, berbagai desain telah diajukan penampilan Masjidil Haram terbaru di 5 tahun mendatang. Sekitar ada 10 desain dari arsitek ternama yang diajukan dan hanya ada 1 yang akan terpilih sebagai desain Masjidil Haram terbaru di 5 tahun mendatang.

Proses Perluasan pembangunan di sekitar Ka’bah berlangsung pada tahun 2015. Namun, pada akhirnya proses renovasi Masjidil Haram yang belum selesai sehingga membuat kuota haji tahun 2015 tetap dipangkas seperti tahun sebelumnya.

Pada saat pembangunan Masjidil Haram tahun 2015 sempat terjadi musibah yang memakan korban. Beberapa diantaranya salah seorang jamaah yang berasal dari Indonesia. Akibat jatuhnya katrol.

Sehingga pembangunan tersebut banyak menuai kritikan karena menghancurkan semua peninggalan sejarah semasa Nabi Muhammad hidup juga menghilangkan nyawa seseorang dengan jumlah yang banyak. –>> paket umroh akhir ramadhan

Sekarang ini proyek perluasan Masjidil Haram akhirnya bisa mendapatkan tambahan pembiayaan fasilitas pinjaman syariah sebesar 10 miliar riyal atau setara dengan 2,7 miliar dolar AS. Kontraktor Arab tersebut berurusan dengan penundaan proyek dan keterlambatan pembayaran, karena pemerintah memangkas anggaran belanja akibat dampak rendahnya harga minyak dunia.

Pada sebelumnya, beberapa bulan yang lalu Negara Saudi Binladin Group (SBG) berperan sebagai kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut telah mengajukan perpanjangan pembiayaan syariah melalui sindikasi bank sampai dengan akhir tahun 2019.

SBG akan tetap membayar margin selama periode ekstensi pembiayaan tersebut. Tambahan pembiayaan ini akan memiliki jangka waktu yang sama sesuai dengan target selesainya proyek perluasan Masjidil Haram yaitu pada tahun 2019. Target ini memang sempat tertunda akibat dari Pemerintah Saudi yang menunda beberapa rencana pengeluaran.

Sindikasi bank yang telah memberikan pembiayaan tersebut sebagian besar merupakan bank yang berbasis di Uni Emirat Arab, yaitu Emirate NBD and Noor Bank, Ajaman Bank, dan Union National Bank. Secara historis, SBG memiliki suatu hubungan yang sangat dekat dengan pemerintah dan itu merupakan salah satu perusahaan kontraktor yang dipercaya oleh kerajaan.

Perusahaan tersebut telah terlibat dalam berbagai macam pembangunan infrastruktur besar dalam beberapa tahun terakhir ini. Namun, penyelesaian proyek infrastruktur tersebut harus tertunda karena pemerintah telah menahan pengeluaran akibat jatuhnya harga minyak.

Untuk diketahui neraca perdagangan Arab Saudi telah mengalami defisit akibat anjloknya harga minyak dalam beberapa tahun terakhir ini. Penerbitan sukuk menjadi salah satu solusi yang dipilih oleh Pemerintah Arab Saudi sebagai diversifikasi sumber dana untuk pembangunan.

Ibadah Haji Merupakan Bentuk Puncak Kepasrahan

Di antara ibadah-ibadah ritual yang disyariatkan ajaran agama, ibadah haji merupakan bentuk ibadah yang sangat istimewa, bahkan ada pula yang menyebutnya dengan sebutan eksklusif. Melaksanakan ibadah haji hanya diwajibkan sekali seumur hidup dan tidak bisa dilaksanakan di sembarang waktu.

 

Ibadah Haji Merupakan Bentuk Puncak Kepasrahan

 

Dalam setahun, rangkaian ibadah haji hanya dilakukan dalam tempo lima sampai enam hari, terhitung mulai dari tanggal 8 sampai 12 atau 13 Dzulhijah. Ibadah haji juga hanya dapat dilakukan di tempat-tempat yang telah ditentukan. Mulai di miqat (tempat berawal niat beribadah haji), kemudian di Masjidil Haram, Mina, Arafah, dan Muzdalifah.

Selain itu, pakaiannya pun begitu istimewa, sesuai dengan ketentuan yang di syariatkan, pakaian ihram bagi laki-laki adalah 2 helai kain yang tidak berjahit yang dipakai untuk menutup bagian bawah untuk menutup aurat dan kain yang satunya lagi di selendangkan sedangkan pakaian ihram bagi wanita adalah menutup aurat atau seluruh badan kecuali wajah dan telapak tangan (seperti pakaian hendak shalat) Itulah yang disebut dengan ihram. Ihram adalah sebuah kain yang melambangkan hakikat kesetaraan umat manusia. Warna kain ihram disunnahkan berwarna putih.

Karena pakaian ihram memang disyariatkan sama. Pakaian yang seolah-olah membisikkan suara Tuhan: “Mulailah dengan niat yang sungguh-sungguh untuk bisa melengkapi kewajiban demi kewajiban. Berihram adalah sebuah ikhtiar simbolik untuk meluruskan motivasi dengan cara membersihkan segala bentuk pikiran, perasaan dan tindakan.

Dimulai pada tanggal 8 Dzulhijah, talbiyah mulai bergema di kumandangkan, dengan bersama-sama memenuhi ruang kota suci, dimana yang merupakan tempat berkumpulnya jamaah yang berdatangan dari seluruh penjuru dunia dan Negara yang berbeda-beda. Gema talbiyah yang menjadi salah satu simbol pemenuhan undangan-Nya, mulai mengusik kesadaran jamaah untuk segera memutihkan eksistensi dalam diri, seputih kain ihram yang melilit bersih dan suci tanpa noda.

Ibadah Haji yang sebelumnya lebih menyiratkan kesan ritual dan religi dalam rangkaian doa-doa, ternyata juga mempengaruhi pengalaman batin yang dapat mengantarkan seseorang pada satu kesadaran luhur seperti layaknya seorang hamba yang taat pada Allah. Pengalaman batin tersebut diperoleh dengan rasa manusiawi. Padahal, doa sendiri menyiratkan transendensi yang sulit dipahami dengan kepala telanjang.

Terhadap beberapa rangkaian ritual ibadah haji, ada yang menyebutnya sebagai puncak kepasrahan dalam sikap keberagamaan pada diri seseorang dalam rangkaian memenuhi perintah ajaran seperti yang diisyaratkan dalam rukun Islam yang lima. Inilah, mungkin, hikmah mengapa haji ditempatkan pada posisi rukun Islam yang kelima.

Seperti apa yang dilalui umumnya oleh jamaah, haji memang mensyaratkan dengan berbagai kesiapan, bukan hanya sekedar fisik material saja, tapi juga membutuhkan mental spiritual. Meskipun pada saat yang sama, haji juga dapat berubah menjadi kekuatan super yang dapat melunakkan hawa nafsu yang sebelumnya begitu keras membatu.

Ketika lautan manusia mulai menyemut dan mengelilingi pilar-pilar tempat jamaah melempar jumrah, jutaan hamba Allah tumpah memenuhi lahan yang sempit dan pengap berdebu, kekuatan spiritual membuka pintu semangat jamaah haji, bergerak menyemut mengikuti jejak Rasulullah melempar jumrah sesaat setelah tergelincirnya matahari. Allah senantiasa menolong dan memberikan jalan keluar bagi mereka yang memilki niat yang kuat untuk melaksanakan segala perintah-Nya sesuai dengan contoh para utusan-Nya.

Di sinilah jamaah haji melaksanakan jumrah, melempar pilar sebagai simbol pertentangan atas sifat-sifat syaithaniyah yang mungkin telah menjadi pakaian dalam kesehariannya. Mereka bergantian dan saling melindungi untuk bisa mendekati pilar demi pilar: jumratul ula, jumrotul wustha dan jumratul aqabah. Tujuh buah kerikil kecil yang dilemparkan dengan satu persatu. Dengan menggunakan tujuh buah kerikil kecil dilemparkan satu persatu. Setelah akhirnya tujuh buah kerikil kecil lagi dilemparkan satu persatu. Dua hari atau tiga hari di antara Arafah-Mekah.

Jumrah melambangkan perjuangan yamg dahsyat untuk mencapai suatu tujuan untuk dapat memperoleh kasih sayang dari Allah SWT dan terkutuknya setan dan iblis. Seseorang yang melakukan jamarat di didik untuk pandai dalam mencari peluang sekaligus memanfaatkannya.

Mereka yang cerdik dan berani akan segera sampai di tempat tujuannya. Mereka yang dengan santunnya dalam melakukan setiap kali langkah melempar batu, akan sampai di tujuan tanpa harus menyakiti jamaah lain. Sementara seseorang yang pengecut juga penakut, tidak memiliki nyali untuk menghadapi berbagai tantangan, tidak akan dapat memperoleh kenikmatan sebagai buah perjuangan.

Jamaah calon haji mulai berangsur meninggalkan tanah air tercinta menuju Tanah Suci. Mereka tinggalkan keluarganya. Mereka lepaskan untuk sementara posisi sosial ataupun struktural; jabatan ataupun kehormatan; harta kekayaan yang megah. Mereka kini hanya membawa takwa sebagai bekal utama dalam melaksanakan ibadah haji seperti yang diisyaratkan Al-qur’an dan Sunnah Rasulullah.

Ritual ini memang bukan sekadar ibadah yang biasa-biasa saja. Tapi juga sekaligus sebuah proses manusiawi yang dapat melibatkan berbagai faktor, mulai dari persoalan transportasi, , konsumsi, akomodasi, kesehatan dan berbagai fasilitas pendukung yang lainnya. Setiap jamaah haji tidak bisa mengesampingkan faktor-faktor diatas tersebut, apalagi menafikannya.

Mereka akan berada di tanah suci dalam waktu yang tidak sebentar. Meski dalam melaksanakan ibadah haji hanya memerlukan waktu selama 5 atau 6 hari, jamaah khususnya jamaah haji regular, akan berpisah sementara dengan keluarga selama 40 hari. Mereka akan menyelesaikan ibadah haji, lalu mengisi sisa waktu selama di Tanah Suci untuk melaksanakan ziarah ke beberapa tempat bersejarah. Semoga seluruh rangkaian ritual itu terlewati sempurna seperti apa yang pernah dilakukan Rasulullah.

Jamaah Haji Perlu Mengetahui 5 Tips Hadapi Cuaca Panas

Jamaah Haji Perlu Mengetahui 5 Tips Hadapi Cuaca Panas

Jamaah Haji Perlu Mengetahui 5 Tips Hadapi Cuaca Panas, Kondisi iklim di Mekah dan Madinah tentu saja jauh berbeda dengan kondisi iklim dan cuaca yang ada di Tanah Air. Hal itulah yang sering membuat jamaah haji dan umrah asal Indonesia sering mengalami gangguan kesehatan ketika menjalankan ibadah umrah ataupun haji.

 

Jamaah Haji Perlu Mengetahui 5 Tips Hadapi Cuaca Panas

 

Suhu di kota Mekah sangat panas di musim panas dan sangat dingin di musim dingin. Waktu musim dingin biasanya terjadi dari bulan September sampai bulan Maret, dengan suhu sekitar 10 derajat celcius. Sedangkan ketika musim panas, Rata-rata suhu berkisar 45 derajat celsius, bahkan berpotensi hingga mencapai 50 derajat celsius hampir mendekati puncak musim haji.

Jadi, sangat penting bagi para jamaah haji maupun umrah untuk mengetahui tips menghadapi cuaca yang sangat panas di Mekah dan Madinah. Sebelum berangkat, jamaah diharapkan untuk mempersiapkan diri dengan melakukan pola hidup sehat, yaitu mengkonsumsi makanan bergizi dan olah raga.

Selain itu juga, dianjurkan kepada jamaah untuk minum air tiap 2-3 jam sekali walaupun tidak haus. Cuaca panas di Arab Saudi selama musim haji patut diwaspadai jamaah haji Indonesia.
Kondisi cuaca di Madinah akan lebih panas dibanding Mekah. Pada saat musim dingin, cuaca Madinah juga lebih dingin dibandingkan Mekah.

Agar jamaah memahami kondisi ini, Tim Promotif dan Preventif Kementerian Kesehatan, selalu memberikan penyuluhan dan pencegahan atas berbagai kemungkinan yang ditimbulkan akibat sengatan panas matahari itu.

Nah, bagaimana cara mengantisipasi dampak sengatan panas matahari tersebut atau sering disebut dengan nama heat stroke? Tim kesehatan haji Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memberikan tips bagi jamaah biaya haji khusus untuk menghindari dampak dari cuaca ekstrem itu.

Pertama, minum air tiap 2-3 jam sekali meski tidak dalam keadaan haus.

Kedua, semprotkan air, terutama air zam zam di bagian wajah dan anggota tubuh lainnya yang terkena sengatan Matahari.

Ketiga, pakailah pakaian yang longgar dan mudah menyerap keringat.

Keempat, bagi jamaah haji yang berusia lanjut dan memiliki penyakit tertentu, sebaiknya disertai dengan pendamping.

Kelima, memakai alas kaki atau kaos kaki selama bepergian.

Jika jamaah haji mengalami gejala demam, tenggorokan kering, buang air sedikit dan berwarna pekat, sebaiknya segeralah menghubungi petugas kesehatan.

Sebelumnya, Kepala Tim Promotif dan Preventif, mengimbau jamaah haji untuk selalu menggunakan masker, membawa semprotan air, dan minum banyak selama bepergian. “Bagi yang membawa payung silakan dipakai.

Ini Macam Penyakit Jamaah Haji Yang Sering Diderita

Penyakit Jamaah Haji – Rutin Tiap tahun ada ribuan jamaah asal Indonesia diberangkatkan ke tanah suci untuk melaksanakan proses ibadah haji. Namun masih tingginya angka kematian dan juga angka kesakitan terhadap jemaah haji selama pelaksanaan ibadah haji sehingga para jamaah haji asal Indonesia diimbau menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah di tanah suci Makkah dan madinah.

 

Ini Macam Penyakit Jamaah Haji Yang Sering Diderita

 

Tidak sedikit jemaah haji yang akhirnya terserang penyakit saat menjalankan proses ibadah di tanah suci. Penyakit jamaah haji yang paling banyak menyerang akan diuraikan dibawah ini :

A. Sengatan Panas (Heat Stroke)

Bila musim haji bertepatan dengan musim panas (Juli, Agustus dan September).

    Heat Stoke ini disebabkan oleh  :
  • Penumpukan panas yang maksimal di dalam badan.
  • Suhu lingkungan lebih tinggi dari suhu tubuh, dengan kelembaban udara rendah, maka penguapan keringat sangat besar dan diikuti timbulnya panas tubuh.
  • Jamaah terlalu lelah atau terlalu terkena sinar matahari secara langsung.

Jenis Penyakit Sengatan Panas

  • Heat Exhaustion (Lelah Panas).

Gejalanya sama dengan gejala dehidrasi (kekurangan zat cair ringan), seperti kulit kering, haus, pusing, lelah, mual dan nafsu makan menurun.

  • Heat Cramp (Kejang Panas) , Tingkat lebih lanjut dari Heat Exhaustion, suhu badan naik gawat namun reversible, dengan gejala: Hyprpirexia (suhu 40 derajat celcius atau lebih), Kulit kering, kadang-kadang berkeringat, Bicara tidak menentu dan tidak jelas(mengigau), kesadaran bisa menurun hingga koma.
    Cara Menghindari Sengatan Panas

  • Tidak berada di terik Matahari langsung, antara pukul 10.00 s/d 16.00 WAS (waktu Arab Saudi).
  • Jika keluar dari hotel pada siang hari, harus memakai payung dan berbekal minuman.
  • Minum setiap hari paling sedikit 5 atau sampa 6 liter atau 1 gelas pada setiap jamnya. Jangan menunggu sampai haus.
  • Jangan menahan buang air besar atau air kecil.
  • Usahakan kondisi badan tetap segar, cukup istirahat dan tidur 6 atau sampai 8 jam sehari semalam.
  • Pakailah pakaian yang agak longgar dan usahakan yang berwarna putih.
  • Makanlah buah-buahan segar, seperti jeruk, apel, pier dan lain sebagainya.

B. Meningitis (Radang Selaput Otak)

Penyakit ini menular dan disebabkan oleh kuman meninggikoccal, yang cepat berkembang pada suhu tinggi atau rendah seperti di Arab Saudi.

    Faktor-faktor Pemicu Terjangkitnya Penyakit ini:

    1. Daya tahan tubuh menurun dan kondisi melemah.
    2. Tinggal ditempat yang padat.
    3. Bergaul langsung dengan penderita atau kontak langsung melalui air liur, dahak, ingus dan debu.

Tanda-tanda dan gejala:

  1. Panas Mendadak
  2. Sakit kepala.
  3. Perut terasa mual dan muntah
  4. Bicara tidak menentu (mengigau).
  5. Kaku kuduk

Pencegahan Meningitis:

  1. Vaksinasi Meningitis.
  2. Kebersihan diri dan lingkungan.
  3. Menghindari tempat yang terlalu padat.
  4. Pengobatan propilaksis (tindakan yang diambil untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran penyakit) dengan sulfadiazine atau rifampycin.

 

Penyakit Jamaah Haji lainnya yang Biasa Dialami yaitu :

    1. Influenza penyebab: virus, penularan: melalui udara dan pernafasan.
    2. Radang tenggorokan (pharingtis), Penyebab: bakteri virus, penularan: Melalui udara dan pernafasan.
    3. Radang pada cabang tenggorokan (bronchitis), penyebab: bakteri, virus, penularan: Melalui percikan dahak batuk dan udara.
    4. Radang paru-paru (pneumonia), penyebab: basil atau virus, penularan: melalui udara pernafasan dan percikan air liur.
    5. Disentri, penyebab: basil, amuba, penularan: melalui makanan atau minuman yang tercemar kuman.
    6. Kholera, penyebab: vibrio cholera, penularan: melalui makanan atau minuman.
    7. Typus, penyebab: basil thypus, penularan: melalui makanan atau minuman.

 

Dan yang boleh dikatakan paling banyak di derita oleh Jamaah Haji Indonesia adalah “BATUK”, sehingga sampai ada istilah “hanya unta saja yang tidak batuk”.

Tips diatas adalah usaha dan ikhtiar kita, namun ada yang lebih penting, hindari Takabbur dan Menganggap ringan masalah dan jangan lupa memohon kepada Allah agar senantiasa diberi pertolongan.

Tata Cara Dalam Mengenakan Ihram Yang Harus Anda Ketahui

Tata Cara Dalam Mengenakan Ihram Yang Harus Anda Ketahui, Ihram merupakan jenis pakaian yang harus dikenakan oleh jamaah haji sebelum memasuki tanah Suci. Tempat-tempat memakai ihram atau miqat makani sudah ditentukan sejak zaman Rasulullah SAW.

 

Tata Cara Dalam Mengenakan Ihram Yang Harus Anda Ketahui

 

Tidak ada yang istimewa dari pakaian ini. Bagi jamaah haji pria, ihram hanyalah dua helai kain putih. Yang satu berfungsi untuk menutupi bagian pinggang hingga mendekati mata kaki, atau disebut juga dengan izar dan helai kain yang kedua untuk menutupi bagian atas.

Hujjatul Islam, Imam Ghazali, dalam Ihya Ulumuddin telah memamparkan bahwa, putih adalah warna yang disukai Allah. Walaupun hanya pakaian sederhana, berihram ternyata akan lebih baik apabila disertai dengan sejumlah amalan. Sebelum melalukan ihram, jamaah haji dianjurkan untuk mandi dengan niatan untuk memakai ihram. Ini dilakukan ketika mereka sudah sampai di miqat makani.

Selama membersihkan diri, jamaah haji membersihkan anggota tubuhnya. Kemudian merapihkan jenggot, kumis, rambut, dan memotong kuku serta hal lainnya. Selesai mandi, jamaah dapat langsung memakai kainihram. Selama mengenakan kain ihram, mereka tidak lagi mengenakan pakaian yang berjahit.

Selama mengenakan kainihram, jamaah haji tidak boleh mengenakan wewangian. Namun, apabila masih ada wewangian tersisa di badan, maka tidak masalah. Dalam sebuah hadist diceritakan sebelum memulai kain ihram, ada sisa wewangian atau misik di sela-sela rambut Rasulullah SAW. Wewangian itu tidak dihilangkan meski pun Rasululah SAW setelah memakai kain ihram. (HR. Bukhari dan Muslim, dari Aisyah).

Dalam sebuah hadits diceritakan, istri Rasulullah, Aisyah, terbiasa menggosokkan minyak wangi kepada Rasulullah di kainihram, juga ketika tahallul sebelum beliau melakukan thawaf. (Bukhari dan Muslim).
Ketika berjalan menuju Tanah Suci, jamaah sudah bisa meniatkan untuk apa berihram. ada yang memiliki niat untuk berhaji. Ada juga yang berumroh ataupun keduanya.

Jamaah disunahkan mendirikan shalat dua rakaat dengan niat sunahihram. Pada rakaat pertama, jamaah membaca Surah Al-Kafirun setelah membaca Al-Fatihah. Pada rakaat kedua, jamaah dianjurkan untuk membaca Surah Al-Ikhlas setelah membaca Al-Fatihah.
Jamaah disunnahkan untuk selalu mengucapkan talbiyah, labbail Allahumma labbaik… dan seterusnya. Lafadz ini tidak wajib diucapkan dengan keras. Cukup dengan suara perlahan agar tidak mengganggu kenyamanan orang di sekitar.

Selama menjalankan ibadah haji, jamaah dianjurkan untuk bisa malaksanakan berbagai macam amalan sunah. Hal ini dimaksudkan agar dapat memaksimalkan ibadah selama berada di Tanah Suci. Ibadah di Tanah Suci akan diganjar dengan pahala yang lebih besar dibandingkan beribadah di tempat lain.

Apakah Perlu Acara Syukuran Sebelum Berangkat Haji

Apakah Perlu Acara Syukuran Sebelum Berangkat Haji – Dan berbuat baiklah kalian kepada kedua orangtuamu, karib kerabat, anak-anak yatim, orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnussabil dan hamba sahaya, Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.

 

Apakah Perlu Acara Syukuran Sebelum Berangkat Haji

 

Kepergian ke Mekah untuk melaksanakan ibadah haji, umrah dan thawaf mengelilingi Ka’bah kini semakin kuat di hati Rasulullah dan para sahabatnya ketika mereka sudah beberapa tahun tinggal di Madinah. Hal ini sampai termimpi­ mimpikan. Mimpi inilah yang pada akhirnya diabadikan dalam al-Qur’an bahwa pada akhirnya Rasulullah dan para sahabat akan mewujudkan impiannya untuk melaksanakan ibadah umrah dan haji.

“Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada RasulNya tentang kebenaran mimpinya yaitu bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil haram, insya Allah dalam keadaan aman. ” (QS, al-Fath, 48:27)

Ketika Rasulullah mengumumkan hal tersebut, maka disambut dengan sangat antusias dan semangat oleh para sahabat beliau. Mereka sangat bersyukur akan dapat menunaikan ibadah umrah dan haji sekaligus kembali melihat kampung halamannya.

Tetapi tidak ada keterangan apapun yang menjelaskan bahwa mereka mengadakan hajat syukuran untuk mengungkapkan kebahagiaan tersebut. Kita pun wajib bersyukur atas kesempatan kepada kita dari Allah untuk pergi haji. Banyak orang yang diberi rizki, tapi tidak diberi motivasi untuk bisa pergi haji.

Banyak pula orang yang sudah bertahun-tahun berdo’a dan tahajudn setiap malam untuk dapat pergi haji, akan tetapi belum juga diberi rizki. Karena hal tersebut wajar bila kita bersyukur dan ungkapkanlah rasa syukur itu dengan cara yang paling tepat dan manfaat, misalnya memberi shadaqoh kepada fakir miskin.

Walimahan atau biasa dikenal dengan sebutan hajatan hanya salah satu bentuk saja. Selain mengungkapkan rasa syukur kita, hal lain yang perlu di seimbangkan adalah permohonan maaf dan minta dorongan do’a berguna untuk menambah kelancaran perjalanan kita di sana dan mengurangi hambatan yang melintang, terutama menghindari do’a buruk dari orang yang pernah kita sakiti. Ini adalah salh satu bagian dari mempersiapkan pembekalan terbaik untuk haji berupa ketaqwaan.

Yang tidak kalah pentingnya adalah memaafkan kesalahan orang lain. Itu bagian dari ciri orang-orang yang bertaqwa. Bila kita masih memiliki rasa dendam kepada seseorang, maka sebelum berangkat haji, datangilah orang tersebut, tidak usah menunggu dia datang kepada kita. Sampaikanlah permohonan maaf anda kepadanya. Jadi tidak hanya meminta maaf melainkan memberi maaf kepadanya.

Menurut pakar psychologi, membenci dan memiliki rasa dendam sama dengan membawa penyakit bagi jiwa kita. Memberi maaf sama halnya seperti menyuntikan obat bagi penyakit itu. Apakah kita mau pergi haji sambil membawa penyakit berupa dendam?

Jadi itu subtansi yang paling penting dalam acara Syukuran Sebelum Berangkat Haji yaitu ungkapan syukur kita, permohonan maaf dan pemberian maaf serta permohonan do’a. Bentuknya, apa saja yang paling manfaat dan paling efisien. Bisa walimah atau hajatan, bisa juga dalam bentuk lain.

Bila orang tua anda masih ada, jangan lupa hadirkan mereka dalam acara Syukuran Sebelum Berangkat Haji Umroh tersebut. Bahagiakan dan muliakan mereka dan jangan didalam acara ini justru membuat kesedihan dan kekecewaan bagi mereka. Anda memerlukan do’a mereka selama melaksanakan ibadah haji di Mekah.