Jauhnya Jarak Pemondokan Haji Reguler 2015 dari Masjid

Diakali Majmuah, Pola Sewa Pondokan jemaah paket haji Indonesia di Madinah akan Ikuti Mekah. Penyedia akomodasi jemaah calon haji di Madinah (majmuah) punya segudang alasan kenapa mereka ‘menelantarkan’ jemaah haji Indonesia. Sebanyak 17.000 jemaah ditempatkan di luar markaziah.

paket-haji

Menurut ketentuan, pemondokan seluruh jemaah haji di Madinah harus berada di area Markaziah, jarak pemondokan tak boleh lebih dari 650 meter dari Masjid Nabawi. Pemondokan jemaah haji di luar Markaziah otomatis akan mendapat tambahan angkutan dari dan ke Masjid Nabawi.

Majmuah adalah pihak para penyedia layanan akomodasi jemaah selama di Medinah, sementara muassasah adalah penanggung jawab akomodasi jemaah di Mekah. Fungsi keduanya sama, yakni bertanggung jawab terhadap tersedianya fasilitas akomodasi yang memadai sesuai kontrak yang telah ditandatangani.

Padahal dalam kontrak awal, seluruh jemaah gelombang pertama yang jumlahnya lebih dari 50 ribu orang akan ditempatkan di wilayah yang jaraknya paling jauh 650 meter dari Masjid Nabawi. Kenyataannya ada jemaah yang harus berjalan dua kilometer. Padahal mereka harus melaksanakan Arbain, yaitu shalat 40 waktu tanpa terputus.

Mereka ingkar janji beberapa jam menjelang kedatangan jemaah ke Madinah. Saat itu, kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Abdul Djamil di Kantor Urusan Haji Indonesia, Jeddah, Selasa 16 September 2014, mereka menyampaikan ketidakmampuannya menempatkan jemaah di markaziah dengan sejumlah alasan.

Alasan yang disampaikan antara lain mereka, surat rekomendasi (tasyrik) dari baladiyah Madinah belum keluar. Rekomendasi itu terkait penempatan jemaah pada hotel tertentu. Saat ini baladiyah Madinah memperketat kebijakan setelah tahun lalu ada kebakaran di dua lokasi pemondokan jemaah, sehingga pihak pemerintah kota agak selektif memberikan rekomendasi kepada hotel.

Namun pemerintah, kata Abdul, tidak bersedia menerima apapun alasan majmuah, karena jelas mereka menyalahi kesepakatan dan harus membayar denda 300 riyal per jemaah.

Abdul menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran dan berharap tahun depan saat e-hajj diberlakukan di Madinah, peristiwa seperti ini tidak terulang lagi.

Kita berharap kontrak bisa dilakukan seperti di Mekah, pola akan kita ubah. Nantinya kita akan langsung sewa kepada pemilik hotel selama semusim, katanya.

Untuk pemondokan di Madinah setelah wukuf di Arafah, Abdul menegaskan, pemerintah akan melakukan negosiasi agar mereka menempatkan jemaah Indonesia di markaziah.

Karena yang dilakukan saat ini merupakan pelanggaran, pengingkaran terhadap kontrak yang sudah diteken dia. Kami tidak mau mengorbankan jemaah. Prinsipnya jemaah Haji Indonesia tidak boleh sampai tidak ditempatkan di lokasi seperti kemarin, kata dia.

Jangan sampai, imbuh dia lagi, majmuah seenaknya bertindak dan menempatkan Indonesia di posisi sulit karena waktu yang mepet.

sumber : VIVAnews

 

 

 
Musim Ibadah Haji, Penukaran Uang Riyal Naik 100 Persen

Satu gagasan untuk “Jauhnya Jarak Pemondokan Haji Reguler 2015 dari Masjid

  1. Ping-balik: Daftar Tunggu Haji Reguler di Bojonegoro 18 Tahun

Komentar ditutup.