Jamaah Haji Perlu Mengetahui 5 Tips Hadapi Cuaca Panas

Jamaah Haji Perlu Mengetahui 5 Tips Hadapi Cuaca Panas

Jamaah Haji Perlu Mengetahui 5 Tips Hadapi Cuaca Panas, Kondisi iklim di Mekah dan Madinah tentu saja jauh berbeda dengan kondisi iklim dan cuaca yang ada di Tanah Air. Hal itulah yang sering membuat jamaah haji dan umrah asal Indonesia sering mengalami gangguan kesehatan ketika menjalankan ibadah umrah ataupun haji.

 

Jamaah Haji Perlu Mengetahui 5 Tips Hadapi Cuaca Panas

 

Suhu di kota Mekah sangat panas di musim panas dan sangat dingin di musim dingin. Waktu musim dingin biasanya terjadi dari bulan September sampai bulan Maret, dengan suhu sekitar 10 derajat celcius. Sedangkan ketika musim panas, Rata-rata suhu berkisar 45 derajat celsius, bahkan berpotensi hingga mencapai 50 derajat celsius hampir mendekati puncak musim haji.

Jadi, sangat penting bagi para jamaah haji maupun umrah untuk mengetahui tips menghadapi cuaca yang sangat panas di Mekah dan Madinah. Sebelum berangkat, jamaah diharapkan untuk mempersiapkan diri dengan melakukan pola hidup sehat, yaitu mengkonsumsi makanan bergizi dan olah raga.

Selain itu juga, dianjurkan kepada jamaah untuk minum air tiap 2-3 jam sekali walaupun tidak haus. Cuaca panas di Arab Saudi selama musim haji patut diwaspadai jamaah haji Indonesia.
Kondisi cuaca di Madinah akan lebih panas dibanding Mekah. Pada saat musim dingin, cuaca Madinah juga lebih dingin dibandingkan Mekah.

Agar jamaah memahami kondisi ini, Tim Promotif dan Preventif Kementerian Kesehatan, selalu memberikan penyuluhan dan pencegahan atas berbagai kemungkinan yang ditimbulkan akibat sengatan panas matahari itu.

Nah, bagaimana cara mengantisipasi dampak sengatan panas matahari tersebut atau sering disebut dengan nama heat stroke? Tim kesehatan haji Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memberikan tips bagi jamaah biaya haji khusus untuk menghindari dampak dari cuaca ekstrem itu.

Pertama, minum air tiap 2-3 jam sekali meski tidak dalam keadaan haus.

Kedua, semprotkan air, terutama air zam zam di bagian wajah dan anggota tubuh lainnya yang terkena sengatan Matahari.

Ketiga, pakailah pakaian yang longgar dan mudah menyerap keringat.

Keempat, bagi jamaah haji yang berusia lanjut dan memiliki penyakit tertentu, sebaiknya disertai dengan pendamping.

Kelima, memakai alas kaki atau kaos kaki selama bepergian.

Jika jamaah haji mengalami gejala demam, tenggorokan kering, buang air sedikit dan berwarna pekat, sebaiknya segeralah menghubungi petugas kesehatan.

Sebelumnya, Kepala Tim Promotif dan Preventif, mengimbau jamaah haji untuk selalu menggunakan masker, membawa semprotan air, dan minum banyak selama bepergian. “Bagi yang membawa payung silakan dipakai.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *