Ini Macam Penyakit Jamaah Haji Yang Sering Diderita

Penyakit Jamaah Haji – Rutin Tiap tahun ada ribuan jamaah asal Indonesia diberangkatkan ke tanah suci untuk melaksanakan proses ibadah haji. Namun masih tingginya angka kematian dan juga angka kesakitan terhadap jemaah haji selama pelaksanaan ibadah haji sehingga para jamaah haji asal Indonesia diimbau menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah di tanah suci Makkah dan madinah.

 

Ini Macam Penyakit Jamaah Haji Yang Sering Diderita

 

Tidak sedikit jemaah haji yang akhirnya terserang penyakit saat menjalankan proses ibadah di tanah suci. Penyakit jamaah haji yang paling banyak menyerang akan diuraikan dibawah ini :

A. Sengatan Panas (Heat Stroke)

Bila musim haji bertepatan dengan musim panas (Juli, Agustus dan September).

    Heat Stoke ini disebabkan oleh  :
  • Penumpukan panas yang maksimal di dalam badan.
  • Suhu lingkungan lebih tinggi dari suhu tubuh, dengan kelembaban udara rendah, maka penguapan keringat sangat besar dan diikuti timbulnya panas tubuh.
  • Jamaah terlalu lelah atau terlalu terkena sinar matahari secara langsung.

Jenis Penyakit Sengatan Panas

  • Heat Exhaustion (Lelah Panas).

Gejalanya sama dengan gejala dehidrasi (kekurangan zat cair ringan), seperti kulit kering, haus, pusing, lelah, mual dan nafsu makan menurun.

  • Heat Cramp (Kejang Panas) , Tingkat lebih lanjut dari Heat Exhaustion, suhu badan naik gawat namun reversible, dengan gejala: Hyprpirexia (suhu 40 derajat celcius atau lebih), Kulit kering, kadang-kadang berkeringat, Bicara tidak menentu dan tidak jelas(mengigau), kesadaran bisa menurun hingga koma.
    Cara Menghindari Sengatan Panas

  • Tidak berada di terik Matahari langsung, antara pukul 10.00 s/d 16.00 WAS (waktu Arab Saudi).
  • Jika keluar dari hotel pada siang hari, harus memakai payung dan berbekal minuman.
  • Minum setiap hari paling sedikit 5 atau sampa 6 liter atau 1 gelas pada setiap jamnya. Jangan menunggu sampai haus.
  • Jangan menahan buang air besar atau air kecil.
  • Usahakan kondisi badan tetap segar, cukup istirahat dan tidur 6 atau sampai 8 jam sehari semalam.
  • Pakailah pakaian yang agak longgar dan usahakan yang berwarna putih.
  • Makanlah buah-buahan segar, seperti jeruk, apel, pier dan lain sebagainya.

B. Meningitis (Radang Selaput Otak)

Penyakit ini menular dan disebabkan oleh kuman meninggikoccal, yang cepat berkembang pada suhu tinggi atau rendah seperti di Arab Saudi.

    Faktor-faktor Pemicu Terjangkitnya Penyakit ini:

    1. Daya tahan tubuh menurun dan kondisi melemah.
    2. Tinggal ditempat yang padat.
    3. Bergaul langsung dengan penderita atau kontak langsung melalui air liur, dahak, ingus dan debu.

Tanda-tanda dan gejala:

  1. Panas Mendadak
  2. Sakit kepala.
  3. Perut terasa mual dan muntah
  4. Bicara tidak menentu (mengigau).
  5. Kaku kuduk

Pencegahan Meningitis:

  1. Vaksinasi Meningitis.
  2. Kebersihan diri dan lingkungan.
  3. Menghindari tempat yang terlalu padat.
  4. Pengobatan propilaksis (tindakan yang diambil untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran penyakit) dengan sulfadiazine atau rifampycin.

 

Penyakit Jamaah Haji lainnya yang Biasa Dialami yaitu :

    1. Influenza penyebab: virus, penularan: melalui udara dan pernafasan.
    2. Radang tenggorokan (pharingtis), Penyebab: bakteri virus, penularan: Melalui udara dan pernafasan.
    3. Radang pada cabang tenggorokan (bronchitis), penyebab: bakteri, virus, penularan: Melalui percikan dahak batuk dan udara.
    4. Radang paru-paru (pneumonia), penyebab: basil atau virus, penularan: melalui udara pernafasan dan percikan air liur.
    5. Disentri, penyebab: basil, amuba, penularan: melalui makanan atau minuman yang tercemar kuman.
    6. Kholera, penyebab: vibrio cholera, penularan: melalui makanan atau minuman.
    7. Typus, penyebab: basil thypus, penularan: melalui makanan atau minuman.

 

Dan yang boleh dikatakan paling banyak di derita oleh Jamaah Haji Indonesia adalah “BATUK”, sehingga sampai ada istilah “hanya unta saja yang tidak batuk”.

Tips diatas adalah usaha dan ikhtiar kita, namun ada yang lebih penting, hindari Takabbur dan Menganggap ringan masalah dan jangan lupa memohon kepada Allah agar senantiasa diberi pertolongan.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *