Batas-Batas Tanah Suci Kota Madinah

Rasulullah bersabda : Batas Kota Madinah adalah antara ‘Ayr dan Tsur; barangsiapa mengadakan hal yang baru atau menempatkan sesuatu yang baru, maka atasnya laknat Allah, Malaikat dan Manusia seluruhnya. Allah tisak akan menerimanya di hari kiamat. (Shahih Muslim, no. 1370).

Batas-Batas Tanah Suci Kota Madinah

Jarak antara Jabal Ayr dan Jabal Tsur ± 15 kam, keduanya merupakan batas tanah suci kota Madinah sebelah Selatan dan utara. Sedangkan batas Timur dan Barat adalah sebagaimana ditegaskan Nabi “Sesungguhnya aku tetapkan tanah suci antara kedua Labah adalah tanah yang diliputi oleh bebatuan hitam, salah satunya berada disebelah timur Madinah dan yang lainnya di sebelah barat.

Menurut Ibnu Hajar, yang dimaksud dengan laknat Allah, malaikat dan manusia ialah kata kiasan untuk menunjukkan jatuhnya dari rahmat Allah SWT yaitu adzab yang akan ditimpahkan kepada orang yang berbuat dosa, tetapi bukan seperti laknat terhadap orang-orang kafir. (Fath al-bahri, 4/84).

Batas-batas itu oleh Kementerian Dalam Negeri Saudi Arabia telah diberi tanda yang jumlahnya mencapai kira-kira 161 buah, untuk memudahkan para penziarah Madinah.

Rasulullah SAW pernah bersabda,

إ نَها حر م امن انها حر م امن

            “Sesungguhnya ia adalah tanah yang aman, sesungguhnya ia adalah tanah yang aman,” meurut Haitsami para perawinya terasuk rijal alshahih (para perawi yang jujur) Majma’ al-Zawwaid, (3/302).

Daerah Timur (daerah waqim lama): adalah daerah yang diliputi bebatuan yang terbakar matahari, yang merupakan batas kota Madinah sebelah timur daerah ini terbagi menjadi lima, sesuai dengan komplek perumahan kabilah-kabilah di Madinah, sebelah Timur Quba’ adalah perkampungan Bani Nadhir, kemudian ke Utara berturut-turut Nani Quraidhah dan Bani Dhufr, lalu agak condong ke timur sedikit ialah Bani Abdul Asyhal dan sebelah utara paling ujung ialah perkampungan Bani Haritsah.

Daerah Barat (Daerah Waraban Lama): adalah batas sebelah barat kota Madinah. Dimana salah satu labah yang disebutkan di dalam hadits Nabi diatas terdapat di sini. Di sebelah timur laut daerah ini adalah perkampungan Bani Salimah yang berdekatan dengan Masjid Qiblatain. Sementara di ujung barat ialah istana Urwah ibn Zubair beserta sumur dan ladangnya. Sedangkan di ujung barat dayanya adalah gedung pertemuan Quba’ dan perkampungan Bani Qunaiqa” yang membentang luas hingga ke Qurban.

Catatan: Madinah adalah Sebuah kota di Saudi Arabia, tempat tinggal Nabi Muhammad SAW, setelah hijrah dan merupakan ibu kota khilafah Islam pada masa al-khulafa al-Rasyidin. Madinah terletak di suatu lembah yang subur di daerah Hijaz ± 275 km dari Laut Merah.

  1. Jabal ‘Ayr

Jabal ‘Ayr ialah merupakan batas kota Madinah sebelah selatan. Jabal ‘Ayr termasuk gunung tertinggi di Madinah setelah Jabar uhud dan akan nampak jelas ketika kita berada di komplek Urwah. Berikut ini beberapa keterangan penting tentang Jabal ‘Ayr:

Jarak dari Masjid Nabawi Panjang berkisar antara Lebar berkisar antara Tinggi dari permukaan BumiTinggi dari Permukaan Laut Jarak dari Jabal Uhud
8,5 km 5,4 & 6 km 2,5 – 3 km 300 m 1 km 15 km
  1. Jabal Tsur

Jabal Tsur ialah gunung kecil yang memiliki warna kemerah-merahan yang mengelilingi Jabal Uhud di belakangnya dari arah utara. Jabal Tsur juga merupakan batas kota Madinah pada sebelah utara, sekitar 8 km dari Masjid Nabawi atau ± 15 km dari Jabal ‘Ayr. Batas kota Madinah adalah diantara Jabal ‘Ayr dan Jabal Tsur.

Ketika memandang lepas kota Mekah, terlihat beberapa bukit batu. Di antara dataran tinggi bebatuan itu, tepatnya jika memandang ke arah selatan, terdapat bukit yang menjadi saksi atas sejarah keajaiban yang diberikan Allah SWT kepada Rasulullah SAW. Bukit tersebut adalah Jabal Tsur.

Bukit ini mempunyai tiga punya yang saling berdekatan dan menyambung. Bukit itu termasuk salah satu yang tertinggi di kota Mekah. Dipuncaknya, ada sebuah gua yang sangat bersejarah, yaitu Gua Tsur.

Para jamaah haji maupun umrah pada umumnya selalu mengunjungi likasi ini ketika sedang berada di Tanah Suci. Di gua yang berada di Jabal Tsur itulah Rasullah SAW diselamatkan dari orang Quraish yang mengejarnya.

Ketika itu Rasulullah dan para sahabatnya akan melakukan hijrah dari Kota Mekah menuju ke lokasi baru yang nantinya bernama Madinah.

Hijrah ini dilakukan karena Rasulullah mendapatkan banyak ancaman dari kaum kafir. Masa itu merupakan waktu yang kelam bagi umat Islam. Masa yang sulit untuk menegakkan agama Allah.

Bahkan dalam musyawarah yang panjang di Darun  Nadwah, para pemuka kaum Quraisy memutuskan akan membunuh Nabi Muhammad SAW. Mereka juga mengirimkan para pemuda perkasa yang berasal dari tiap-tiap kabilah Quraisy untuk menjadi pengawal.

Dari masing-masing yang dilengkapi dengan sebilah pedang. Alasan keterlibatan lebih dari satu kabilah agar Bani Hasyim dan Bani Muthallib, Kabilah Rasulullah berasal, tidak menuntut balas. Sebab, rata-rata kabilah Quraisy terlibat.

Pada malam hari waktu yang telah ditetapkan para pemuda ini sudah mengepung rumah Nabi Muhammad dari segala penjuru. Pada waktu lewat tengah malam, Nabi Muhammad SAW menyuruh Ali bin Thalib untuk tidur di tempat pembaringan dan memakai selimut yang biasa dipakai Rasulullah SAW.

Atas kekuasaan Allah tak seorang pun di antara para musuhnya yang melihat kepergian Nabi Muhammad SAW. Beliau lalu menuju ke rumah sahabatnya Abu Bakar untuk melarikan diri ke arah Jabal Tsur.

Setelah tersadar, para pemuda Quraisy ini kemudian masuk ke rumah. Ternyata mereka tidak menemukan Rasulullah, mereka hanya melihat Ali bin Abi Thalib yang berpura-pura menggantikan nabi tidur.

Rasulullah pun terus diburu oleh para kaum kafir di Mekah. Mereka terus mengejar dan berusaha untuk membunuhnya. Rasulullah dan sahabat yang menemaninya, Abu Bakar RA, terus berlari dan menyelamatkan diri.

Meski berat dalam memperjuangkan tegaknya ajaran Islam, Rasulullah tetap teguh berjuang dan tak pernah lelah untuk berdo’a. Ketika dikejar oleh kaum Quraisy di sekitar Jabal Tsur, Rasulullah pun menemukan gua tsur.

Gua ini tidak terlalu besar melainkan kecil, hanya cukup dimasuki oleh orang tanpa berdiri tegak. Selama tiga hari tiga malam Rasullah bersembunyi disana.

Keajaiban pun terjadi pertolongan Allah SWT keapada Rasulullah muncul ketika sangat dibutuhkan. Saat kaum Quraish tiba di depan gua, secara ajaib terdapat sarang laba-laba yang menutup mulut gua, juga sarang burung merpati.

Dalam waktu yang sangat singkat, makhluk-makhluk Allah ini terus berusaha untuk melindungi Rasulullah dengan membuat sarang besar yang biasanya harus dibuat dalam waktu yang lama.

Pengorbanan yang dilakukan Abu Bakar RA. Pada saat ia berada di dalam gua yang sempit itu, dengan kondisi tubuh yang sedang lelah karena belari dan kejaran kaum kafir, ia tak memperlihatkan rasa letih di depan Rasulullah. Ia pun mempersiapkan Rasulullah SAW untuk tidur di pangkuannya.

Saat itu, tiba-tiba keluar seekor ular berbisa dari lubang di dalam gua. Abu bakar berusaha menghalaunya agar ular tersebut tak mendekati Rasulullah.

Malang, justru dialah yang tergigit ular berbisa itu. Ia langsung menggigil dan demam karena gigitan ular tersebut. Meski keringat dingin mengucur dari wajah dan tubuhnya, ia tetap bergeming, tak ingin membuat tidur Rasulullah terganggu.

Pengorbanan ini juga dilakukan oleh Asma binti Abu Bakar RA. Perempuan shalihah ini berusaha memberikan suplai makanan kepada Rasullah yang sedang bersembunyi di dalam gua. Resiko besar dihadapinya, ia selalu mengendap–endap agar tidak ketahuan kaum kafir saat menuju Gua Tsur.

Oleh karena itu, gua itu bukan sembarangan gua. Di gua tersebut pernah terjadi sebuah peristiwa yang memperlihatkan perjuangan penegakkan Islam pada masa awalnya.

Gua ini menjadi saksi bisu pengorbanan kaum Muslim juga menjadi wujud nyata pertolongan Allah, yaitu sebuah keajaiban akan datang bagi hambanya yang sedang dalam kesulitan.

Peristiwa tersebut tertuang di dalam Alqur’an, tepatnya di surah at-Taubah ayat 40. Di dalamnya dijelaskan, Apabila kamu tidak ingin menolong Rasullah maka Allah SWT yang telah menjamin menolongnya ketika orang-orang kafir. Mengusirnya berdua bersama sahabatnya. Ketika keduanya berada dalam gua, dia berkata kepada sahabatnya: janganlah engkau berduka cita karena Allah SWT selalu ada bersama kita.

Lalu Allah SWT menurunkan ketenangan hati kepada  Nabi Muhammad dan membantunya dengan para pasukan yang tiada tampak olehmu. –>> paket umroh ramadhan

Dijadikan-Nya kepercayaan orang-orang kafir dan agama Allah SWT menduduki tempat teratas. Allah SWT maha perkasa lagi Maha Bijaksana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *