Apakah Perlu Acara Syukuran Sebelum Berangkat Haji

Apakah Perlu Acara Syukuran Sebelum Berangkat Haji – Dan berbuat baiklah kalian kepada kedua orangtuamu, karib kerabat, anak-anak yatim, orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnussabil dan hamba sahaya, Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.

 

Apakah Perlu Acara Syukuran Sebelum Berangkat Haji

 

Kepergian ke Mekah untuk melaksanakan ibadah haji, umrah dan thawaf mengelilingi Ka’bah kini semakin kuat di hati Rasulullah dan para sahabatnya ketika mereka sudah beberapa tahun tinggal di Madinah. Hal ini sampai termimpi­ mimpikan. Mimpi inilah yang pada akhirnya diabadikan dalam al-Qur’an bahwa pada akhirnya Rasulullah dan para sahabat akan mewujudkan impiannya untuk melaksanakan ibadah umrah dan haji.

“Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada RasulNya tentang kebenaran mimpinya yaitu bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil haram, insya Allah dalam keadaan aman. ” (QS, al-Fath, 48:27)

Ketika Rasulullah mengumumkan hal tersebut, maka disambut dengan sangat antusias dan semangat oleh para sahabat beliau. Mereka sangat bersyukur akan dapat menunaikan ibadah umrah dan haji sekaligus kembali melihat kampung halamannya.

Tetapi tidak ada keterangan apapun yang menjelaskan bahwa mereka mengadakan hajat syukuran untuk mengungkapkan kebahagiaan tersebut. Kita pun wajib bersyukur atas kesempatan kepada kita dari Allah untuk pergi haji. Banyak orang yang diberi rizki, tapi tidak diberi motivasi untuk bisa pergi haji.

Banyak pula orang yang sudah bertahun-tahun berdo’a dan tahajudn setiap malam untuk dapat pergi haji, akan tetapi belum juga diberi rizki. Karena hal tersebut wajar bila kita bersyukur dan ungkapkanlah rasa syukur itu dengan cara yang paling tepat dan manfaat, misalnya memberi shadaqoh kepada fakir miskin.

Walimahan atau biasa dikenal dengan sebutan hajatan hanya salah satu bentuk saja. Selain mengungkapkan rasa syukur kita, hal lain yang perlu di seimbangkan adalah permohonan maaf dan minta dorongan do’a berguna untuk menambah kelancaran perjalanan kita di sana dan mengurangi hambatan yang melintang, terutama menghindari do’a buruk dari orang yang pernah kita sakiti. Ini adalah salh satu bagian dari mempersiapkan pembekalan terbaik untuk haji berupa ketaqwaan.

Yang tidak kalah pentingnya adalah memaafkan kesalahan orang lain. Itu bagian dari ciri orang-orang yang bertaqwa. Bila kita masih memiliki rasa dendam kepada seseorang, maka sebelum berangkat haji, datangilah orang tersebut, tidak usah menunggu dia datang kepada kita. Sampaikanlah permohonan maaf anda kepadanya. Jadi tidak hanya meminta maaf melainkan memberi maaf kepadanya.

Menurut pakar psychologi, membenci dan memiliki rasa dendam sama dengan membawa penyakit bagi jiwa kita. Memberi maaf sama halnya seperti menyuntikan obat bagi penyakit itu. Apakah kita mau pergi haji sambil membawa penyakit berupa dendam?

Jadi itu subtansi yang paling penting dalam acara Syukuran Sebelum Berangkat Haji yaitu ungkapan syukur kita, permohonan maaf dan pemberian maaf serta permohonan do’a. Bentuknya, apa saja yang paling manfaat dan paling efisien. Bisa walimah atau hajatan, bisa juga dalam bentuk lain.

Bila orang tua anda masih ada, jangan lupa hadirkan mereka dalam acara Syukuran Sebelum Berangkat Haji Umroh tersebut. Bahagiakan dan muliakan mereka dan jangan didalam acara ini justru membuat kesedihan dan kekecewaan bagi mereka. Anda memerlukan do’a mereka selama melaksanakan ibadah haji di Mekah.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *