Ini Macam Penyakit Jamaah Haji Yang Sering Diderita

Penyakit Jamaah Haji – Rutin Tiap tahun ada ribuan jamaah asal Indonesia diberangkatkan ke tanah suci untuk melaksanakan proses ibadah haji. Namun masih tingginya angka kematian dan juga angka kesakitan terhadap jemaah haji selama pelaksanaan ibadah haji sehingga para jamaah haji asal Indonesia diimbau menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah di tanah suci Makkah dan madinah.

 

Ini Macam Penyakit Jamaah Haji Yang Sering Diderita

 

Tidak sedikit jemaah haji yang akhirnya terserang penyakit saat menjalankan proses ibadah di tanah suci. Penyakit jamaah haji yang paling banyak menyerang akan diuraikan dibawah ini :

A. Sengatan Panas (Heat Stroke)

Bila musim haji bertepatan dengan musim panas (Juli, Agustus dan September).

    Heat Stoke ini disebabkan oleh  :
  • Penumpukan panas yang maksimal di dalam badan.
  • Suhu lingkungan lebih tinggi dari suhu tubuh, dengan kelembaban udara rendah, maka penguapan keringat sangat besar dan diikuti timbulnya panas tubuh.
  • Jamaah terlalu lelah atau terlalu terkena sinar matahari secara langsung.

Jenis Penyakit Sengatan Panas

  • Heat Exhaustion (Lelah Panas).

Gejalanya sama dengan gejala dehidrasi (kekurangan zat cair ringan), seperti kulit kering, haus, pusing, lelah, mual dan nafsu makan menurun.

  • Heat Cramp (Kejang Panas) , Tingkat lebih lanjut dari Heat Exhaustion, suhu badan naik gawat namun reversible, dengan gejala: Hyprpirexia (suhu 40 derajat celcius atau lebih), Kulit kering, kadang-kadang berkeringat, Bicara tidak menentu dan tidak jelas(mengigau), kesadaran bisa menurun hingga koma.
    Cara Menghindari Sengatan Panas

  • Tidak berada di terik Matahari langsung, antara pukul 10.00 s/d 16.00 WAS (waktu Arab Saudi).
  • Jika keluar dari hotel pada siang hari, harus memakai payung dan berbekal minuman.
  • Minum setiap hari paling sedikit 5 atau sampa 6 liter atau 1 gelas pada setiap jamnya. Jangan menunggu sampai haus.
  • Jangan menahan buang air besar atau air kecil.
  • Usahakan kondisi badan tetap segar, cukup istirahat dan tidur 6 atau sampai 8 jam sehari semalam.
  • Pakailah pakaian yang agak longgar dan usahakan yang berwarna putih.
  • Makanlah buah-buahan segar, seperti jeruk, apel, pier dan lain sebagainya.

B. Meningitis (Radang Selaput Otak)

Penyakit ini menular dan disebabkan oleh kuman meninggikoccal, yang cepat berkembang pada suhu tinggi atau rendah seperti di Arab Saudi.

    Faktor-faktor Pemicu Terjangkitnya Penyakit ini:

    1. Daya tahan tubuh menurun dan kondisi melemah.
    2. Tinggal ditempat yang padat.
    3. Bergaul langsung dengan penderita atau kontak langsung melalui air liur, dahak, ingus dan debu.

Tanda-tanda dan gejala:

  1. Panas Mendadak
  2. Sakit kepala.
  3. Perut terasa mual dan muntah
  4. Bicara tidak menentu (mengigau).
  5. Kaku kuduk

Pencegahan Meningitis:

  1. Vaksinasi Meningitis.
  2. Kebersihan diri dan lingkungan.
  3. Menghindari tempat yang terlalu padat.
  4. Pengobatan propilaksis (tindakan yang diambil untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran penyakit) dengan sulfadiazine atau rifampycin.

 

Penyakit Jamaah Haji lainnya yang Biasa Dialami yaitu :

    1. Influenza penyebab: virus, penularan: melalui udara dan pernafasan.
    2. Radang tenggorokan (pharingtis), Penyebab: bakteri virus, penularan: Melalui udara dan pernafasan.
    3. Radang pada cabang tenggorokan (bronchitis), penyebab: bakteri, virus, penularan: Melalui percikan dahak batuk dan udara.
    4. Radang paru-paru (pneumonia), penyebab: basil atau virus, penularan: melalui udara pernafasan dan percikan air liur.
    5. Disentri, penyebab: basil, amuba, penularan: melalui makanan atau minuman yang tercemar kuman.
    6. Kholera, penyebab: vibrio cholera, penularan: melalui makanan atau minuman.
    7. Typus, penyebab: basil thypus, penularan: melalui makanan atau minuman.

 

Dan yang boleh dikatakan paling banyak di derita oleh Jamaah Haji adalah “BATUK”, sehingga sampai ada istilah “hanya unta saja yang tidak batuk”.

Tips diatas adalah usaha dan ikhtiar kita, namun ada yang lebih penting, hindari Takabbur dan Menganggap ringan masalah dan jangan lupa memohon kepada Allah agar senantiasa diberi pertolongan.

Tata Cara Dalam Mengenakan Ihram Yang Harus Anda Ketahui

Tata Cara Dalam Mengenakan Ihram Yang Harus Anda Ketahui, Ihram merupakan jenis pakaian yang harus dikenakan oleh jamaah haji sebelum memasuki tanah Suci. Tempat-tempat memakai ihram atau miqat makani sudah ditentukan sejak zaman Rasulullah SAW.

 

Tata Cara Dalam Mengenakan Ihram Yang Harus Anda Ketahui

 

Tidak ada yang istimewa dari pakaian ini. Bagi jamaah haji pria, ihram hanyalah dua helai kain putih. Yang satu berfungsi untuk menutupi bagian pinggang hingga mendekati mata kaki, atau disebut juga dengan izar dan helai kain yang kedua untuk menutupi bagian atas.

Hujjatul Islam, Imam Ghazali, dalam Ihya Ulumuddin telah memamparkan bahwa, putih adalah warna yang disukai Allah. Walaupun hanya pakaian sederhana, berihram ternyata akan lebih baik apabila disertai dengan sejumlah amalan. Sebelum melalukan ihram, jamaah haji dianjurkan untuk mandi dengan niatan untuk memakai ihram. Ini dilakukan ketika mereka sudah sampai di miqat makani.

Selama membersihkan diri, jamaah haji membersihkan anggota tubuhnya. Kemudian merapihkan jenggot, kumis, rambut, dan memotong kuku serta hal lainnya. Selesai mandi, jamaah dapat langsung memakai kainihram. Selama mengenakan kain ihram, mereka tidak lagi mengenakan pakaian yang berjahit.

Selama mengenakan kainihram, jamaah haji tidak boleh mengenakan wewangian. Namun, apabila masih ada wewangian tersisa di badan, maka tidak masalah. Dalam sebuah hadist diceritakan sebelum memulai kain ihram, ada sisa wewangian atau misik di sela-sela rambut Rasulullah SAW. Wewangian itu tidak dihilangkan meski pun Rasululah SAW setelah memakai kain ihram. (HR. Bukhari dan Muslim, dari Aisyah).

Dalam sebuah hadits diceritakan, istri Rasulullah, Aisyah, terbiasa menggosokkan minyak wangi kepada Rasulullah di kainihram, juga ketika tahallul sebelum beliau melakukan thawaf. (Bukhari dan Muslim).
Ketika berjalan menuju Tanah Suci, jamaah sudah bisa meniatkan untuk apa berihram. ada yang memiliki niat untuk berhaji. Ada juga yang berumroh ataupun keduanya.

Jamaah disunahkan mendirikan shalat dua rakaat dengan niat sunahihram. Pada rakaat pertama, jamaah membaca Surah Al-Kafirun setelah membaca Al-Fatihah. Pada rakaat kedua, jamaah dianjurkan untuk membaca Surah Al-Ikhlas setelah membaca Al-Fatihah.
Jamaah disunnahkan untuk selalu mengucapkan talbiyah, labbail Allahumma labbaik… dan seterusnya. Lafadz ini tidak wajib diucapkan dengan keras. Cukup dengan suara perlahan agar tidak mengganggu kenyamanan orang di sekitar.

Selama menjalankan ibadah haji, jamaah dianjurkan untuk bisa malaksanakan berbagai macam amalan sunah. Hal ini dimaksudkan agar dapat memaksimalkan ibadah selama berada di Tanah Suci. Ibadah di Tanah Suci akan diganjar dengan pahala yang lebih besar dibandingkan beribadah di tempat lain.

Apakah Perlu Acara Syukuran Sebelum Berangkat Haji

Apakah Perlu Acara Syukuran Sebelum Berangkat Haji – Dan berbuat baiklah kalian kepada kedua orangtuamu, karib kerabat, anak-anak yatim, orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnussabil dan hamba sahaya, Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.

 

Apakah Perlu Acara Syukuran Sebelum Berangkat Haji

 

Kepergian ke Mekah untuk melaksanakan ibadah haji, umrah dan thawaf mengelilingi Ka’bah kini semakin kuat di hati Rasulullah dan para sahabatnya ketika mereka sudah beberapa tahun tinggal di Madinah. Hal ini sampai termimpi­ mimpikan. Mimpi inilah yang pada akhirnya diabadikan dalam al-Qur’an bahwa pada akhirnya Rasulullah dan para sahabat akan mewujudkan impiannya untuk melaksanakan ibadah umrah dan haji.

“Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada RasulNya tentang kebenaran mimpinya yaitu bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil haram, insya Allah dalam keadaan aman. ” (QS, al-Fath, 48:27)

Ketika Rasulullah mengumumkan hal tersebut, maka disambut dengan sangat antusias dan semangat oleh para sahabat beliau. Mereka sangat bersyukur akan dapat menunaikan ibadah umrah dan haji sekaligus kembali melihat kampung halamannya.

Tetapi tidak ada keterangan apapun yang menjelaskan bahwa mereka mengadakan hajat syukuran untuk mengungkapkan kebahagiaan tersebut. Kita pun wajib bersyukur atas kesempatan kepada kita dari Allah untuk pergi haji. Banyak orang yang diberi rizki, tapi tidak diberi motivasi untuk bisa pergi haji.

Banyak pula orang yang sudah bertahun-tahun berdo’a dan tahajudn setiap malam untuk dapat pergi haji, akan tetapi belum juga diberi rizki. Karena hal tersebut wajar bila kita bersyukur dan ungkapkanlah rasa syukur itu dengan cara yang paling tepat dan manfaat, misalnya memberi shadaqoh kepada fakir miskin.

Walimahan atau biasa dikenal dengan sebutan hajatan hanya salah satu bentuk saja. Selain mengungkapkan rasa syukur kita, hal lain yang perlu di seimbangkan adalah permohonan maaf dan minta dorongan do’a berguna untuk menambah kelancaran perjalanan kita di sana dan mengurangi hambatan yang melintang, terutama menghindari do’a buruk dari orang yang pernah kita sakiti. Ini adalah salh satu bagian dari mempersiapkan pembekalan terbaik untuk haji berupa ketaqwaan.

Yang tidak kalah pentingnya adalah memaafkan kesalahan orang lain. Itu bagian dari ciri orang-orang yang bertaqwa. Bila kita masih memiliki rasa dendam kepada seseorang, maka sebelum berangkat haji, datangilah orang tersebut, tidak usah menunggu dia datang kepada kita. Sampaikanlah permohonan maaf anda kepadanya. Jadi tidak hanya meminta maaf melainkan memberi maaf kepadanya.

Menurut pakar psychologi, membenci dan memiliki rasa dendam sama dengan membawa penyakit bagi jiwa kita. Memberi maaf sama halnya seperti menyuntikan obat bagi penyakit itu. Apakah kita mau pergi haji sambil membawa penyakit berupa dendam?

Jadi itu subtansi yang paling penting dalam acara Syukuran Sebelum Berangkat Haji yaitu ungkapan syukur kita, permohonan maaf dan pemberian maaf serta permohonan do’a. Bentuknya, apa saja yang paling manfaat dan paling efisien. Bisa walimah atau hajatan, bisa juga dalam bentuk lain.

Bila orang tua anda masih ada, jangan lupa hadirkan mereka dalam acara Syukuran Sebelum Berangkat Haji tersebut. Bahagiakan dan muliakan mereka dan jangan didalam acara ini justru membuat kesedihan dan kekecewaan bagi mereka. Anda memerlukan do’a mereka selama melaksanakan ibadah haji di Mekah.

Proyek Transportasi Bus Mekah Untuk Jamaah Haji

Proyek Transportasi Bus Mekah Untuk Jamaah Haji – Mekah merupakan kota besar yang cukup padat terutama pada saat musim ibadah haji. Kendaraan yang paling dominan adalah mobil. Hanya jumlah sedikit yang menggunakan motor sebagai kendaraan pribadi.

 

Proyek Transportasi Bus Mekah Untuk Jamaah Haji

 

Angkutan umum yang sering digunakan biasanya bis besar seperti SAPTCO (perusahaan otobis), bus-bus kecil tigaperempat, mobil-mobil minibus seperti taxi dan hiace. Bagi saya, jurusan yang tertera di bus tidak kelihatan jelas karena hampir semuanya bertuliskan bahasa arab. Saya juga belum sempat menaiki bus trayek tersebut, karena dari maktab sampai ke masjidil haram cukup menaiki mobil-mobil kecil.

Pesona kota Mekah sebagai kota umat muslim di seluruh dunia memang tak diragukan lagi. Kini, Mekah tengah berbenah mengembangkan transportasi umum dan bersiap menjadi ‘Kota Pintar’ yang menarik bagi investor.

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi saat ini telah mengeluarkan perintah untuk pembangunan pada tahap pertama proyek transportasi bus Mekah untuk jamaah haji.

Penasihat Penjaga Dua Masjid Suci dan Amir Provinsi Mekah Pangeran Khaled Al-Faisal mengatakan proyek tersebut telah disetujui dan persilahkan untuk dimulai pembangunannya.

Menurutnya, proyek transportasi umum di kota suci Mekah tersebut sudah menjadi kebutuhan yang mendesak dan sangat dibutuhkan. Hal ini mengingat terus meningkatnya jumlah jamaah dan peziarah yang datang ke tanah suci Mekah baik untuk melaksanakan ibadah umrah maupun haji dari berbagai negara di seluruh dunia.

Juru bicara Amir Provinsi Mekah, Sultan Al-Dowsari pun menyatakan dari pihak kerajaan memang sudah menekankan agar segala produser mengenai pembangunan sarana transportasi Mekah seperti pembangunan terminal bus dan perluasaan atau pembuatan jalan baru segera diselesaikan.

Selama ini, rencana pembangunan sistem transportasi umum di kota Mekah dan tempat suci lainnya telah disusun secara cermat dan teliti melalui berbagai studi. Hal ini misalnya dengan mengkaji lebih dalam mengenai berbagai data mengenai arus lalu lintas pada masa terakhir ini. Tujuannya agar semua sistem multi transportasi di Mekah berada pada sebuah sitem yang saling berintegarasi melalui jaringan dan sarana transportasi umum.

Ternyata Ada 6 Masjid lain di Mekah yang Wajib Diketahui

Ternyata Ada 6 Masjid lain di Mekah yang Wajib Diketahui – Mekah identik dengan Masjidil Haram, masjid utama umat Islam yang ada di Tanah suci. Masjid ini menjadi pusat ritual haji dan umrah. Shalat di Masjidil Haram sama dengan 100.000 shalat. Namun selain Masjidil Haram berada di Mekah juga terdapat masjid-masjid lainnya.

 

Ternyata Ada 6 Masjid lain di Mekah yang Wajib Diketahui

 

Jumlah sedikitnya ada enam masjid yang terkenal dan tersebar di beberapa sudut Kota Mekah. Masjid-masjid ini selalu dikunjungi jamaah haji dan umroh. Enam Masjid tersebut adalah:

1. Masjid Ar Rayah
Masjid ini letak keberadaannya ada di sebelah atas Masjidil Haram, tepatnya di kawasan Judriyah. Lebih detilnya berada di tanjakan al Mudda’a ke arah al Ma’la. Antara masjid dan rumah-rumah penduduk berada di gang sempit yang menuju ke arah jalan raya.

 

Masjid Ar Rayah

 

Di tempat ini juga terdapat sumur Jubair bin Muth’im bin Uday bin Naufal. Sumur ini disebut juga sumur al Ulya. Karena letaknya ada di gang sempit antara masjid dan rumah penduduk sehingga tidak banyak yang mengetahui keberadaan sumur ini.

Dalam bahasa Arab, Ar Rayah yang artinya bendera. Sejarahnya, pada saat Nabi Muhammad SAW menaklukkan kota Mekah pada tahun 8 Hijriyah dan sempat singgah di sumur ini. Maka, Di sana Rasulullah SAW berdiri bersama tentara muslim yang berjumlah sekitar 10.000 dan menancapkan bendera, kemudian shalat di tempat tersebut.

2. Masjid Al Kheif
Masjid ini sebenarnya berada di sekitar Mina. Dan dinamakan dengan nama Kheif karena terletak di tepi turunan bukit yang keras dan di atas tempat turunnya air. Al Kheif dalam bahasa Arab yang berarti tempat naik dan turun permukaan gunung.

 

Masjid Al Kheif

 

Masjid Al Kheif ini terletak di samping selatan bukit Mina, tidak jauh dari tempat melempar jumrah shughra dan kerap dikunjungi jamaah haji dari seluruh pelosok dunia. Mereka mengambil keberkahannya karena masjid ini mempunyai keistimewaan. Rasulullah SAW bersabda, “Telah shalat di Masjid Kheif 70 nabi, di antara mereka Nabi Musa AS, seolah-olah aku seperti melihatnya memakai dua pakaian ihram terbuat dari katun, ia berihram di atas unta.” (HR al-Mundhiri di kitab al-Targhib wa al Tarhib)

Masjid Kheif merupakan tempat shalat Rasulullah SAW selama beliau tinggal di Mina dan telah ditentukan tempatnya saat beliau di masjid tersebut. Tempat shalat Nabi SAW yang dahulu sebelum direnovasi sangat populer dan diketahui yaitu di kubah yang letaknya di tengah masjid.

Syeikh Al Azraqi meriwayatkan dari kakeknya dari Abdul Majid dari Ibnu Juraih dari Ismail bin Umayah, sesungguhnya Khalid bin Madhras mengabarkan bahwa ia telah melihat beberapa orang tua dari kabilah al Anshar mencari tempat shalat Rasulullah SAW di Masjid Kheif di muka menara masjid.

3. Masjid Al Jin
Masjid lain di mekah yaitu Masjid Al Jin. Masjid ini adalah telah menjadi saksi bisu ketika jin kafir memutuskan hijrah dan memeluk agama Islam. Kisah jin kafir yang memeluk Agama Islam bermula pada saat Rasulullah SAW sedang melafazkan Al quran di dalam masjid tersebut. Mendengar suara Rasulullah SAW yang sangat merdu, para jin pun mendekati Rasulullah dan mereka lalu menyatakan diri masuk Islam di hadapan Rasulullah SAW.

 

Masjid Al Jin

 

4. Masjid Asy Syajarah
Masjid lain di mekah yaitu Masjid Asy Syajarah yang berarti Masjid Pohon yang dinisbatkan kepada sebuah pohon yang letaknya sangat berdekatan dengan Masjid Jin, kurang lebih 3 km dari Masjidil Haram. Diriwayatkan di tempat masjid tersebut Nabi Muhammad SAW pernah memanggil pohon untuk ditanya tentang sesuatu. Pohon itu lalu datang memenuhi panggilan tersebut.

 

Masjid Asy Syajarah

 

Pohon itu mendekati Rasulullah lengkap dengan batang dan akarnya seperti tercabut langsung dari tanah, kemudian berhenti di hadapan Nabi SAW. Setelah selesai urusan Nabi SAW, pohon itu diperintahkan untuk kembali ke tempatnya semula.

5. Masjid Namirah
Masjid lain di mekah yaitu Masjid Namirah yang terletak di Arafah dan wadi Uranah. Di masjid ini atau di mana pun di Arafah dianjurkan kepada jamaah haji untuk melaksanakan shalat Dzuhur dan ashar jama dan qashar dua rakaat-dua rakaat dengan satu azan dan dua kali iqamah, sesuai dengan yang dilakukan Rasulullah SAW saat melaksanakan haji wada dan berwukuf di Arafah.

 

masjid namirah

 

Di sini pula Rasulullah SAW berkhutbah. Di tempat khutbah Rasulullah SAW inilah yang kemudian dibangun Masjid Namirah pada pertengahan abad kedua oleh penguasa Abbasiyah dan diberi nama Namirah. Pemberian nama ini karena letaknya berdekatan dengan bukit kecil yang berada di sebelah barat Masjid. Bukit itu bernama Namirah.

Dari sebagian Masjid Namirah yang ke arah timur terletak di Wadu Uranah. Tempat ini tidak termasuk Arafah dan Rasulullah melarang berwukuf di tempat tersebut, sesuai dengan sabda Rasulullah SAW saat haji wada, “Aku berwukuf di sini dan Arafat seluruhnya tempat untuk wukuf, kecuali wadi Uranah.”

Wadi itu sangat dekat dengan Arafah. Adapun masjid yang mengarah ke barat masuk dalam wilayah Arafah. Masjid Namirah pada saat ini berukuran sangat besar, kurang lebih 8.000 meter persegi, memiliki 64 pintu masuk, 6 menara dan memuat sebanyak 350 orang untuk shalat di dalamnya.

Masjid Namirah dikenal dengan nama julukan masjid Ibrahim atau masjid Arafah. Setelah perluasan masjid ini terbagi menjadi dua, sebelah muka tidak termasuk Arafah dan sebelah belakang termasuk bagian dari Arafah. Di bagian muka dan belakang masjid Namirah ada papan petunjuk arah yang menuju Arafah dan bukan Arafah.

6. Masjid Al Bai’at
Masjid lain di mekah adalah Masjid Al Bai’at terletak di Mina, 7 km dari Mekah, berjarak kurang lebih 300 meter dari lokasi jumrah Aqabah. Masjid ini mempunyai nilai penting dalam sejarah perkembangan Islam. Di tempat ini Rasulullah SAW menerima bai’at 12 orang laki-laki dari kabilah Aus dan Khazraj yang datang dari Madinah.

 

masjid al bai'at

 

Mereka bertemu Rasulullah di Aqabah dan menggelar bai’at untuk beriman kepada Allah SWT dan RasulNya, tidak mempersekutukan Nya, menaati perintah Nya dan menjauhi larangan Nya. Sehingga Bai’at ini dinamakan Bai’at Aqabah pertama di tahun 12 Hijriyah.

Di tempat yang sama pada tahun 13 Hijriyah, misi dari kota Yatsrib (kini Madinah) datang kembali, terdiri dari 73 laki-laki dan 2 wanita. Mereka menghubungi Rasullah untuk bertemu di Aqabah. Rasulullah yang datang bersama pamannya yaitu Abbas melakukan gelar bai’at yang kedua di Aqabah. Di sinilah terjadi kesepakatan untuk melindungi Rasulullah SAW jika berhijrah ke Madinah, memerangi orang-orang yang memerangi mereka dan berdamai dengan orang yang berdamai dengan mereka.

Kemudian Rasulullah SAW meminta kepada misi dari Yastrib ini untuk memilih 12 di antara mereka untuk berbai’at dengan apa-apa yang telah disepakati. Kemudian terpilihlah sembilan orang dari kaum Khazraj dan tiga orang dari kaum Aus. Bai’at ini dinamakan Bai’at Al Aqabah kedua.

Untuk mengenang peristiwa bersejarah di tempat bai’at tersebut kemudian dibangun sebuah masjid yang diberi nama masjid Bai’at. Masjid ini sempat dibongkar untuk perluasan jalan menuju jamarat. Namun sisa bangunannya masih bisa dikunjungi. Bentuknya tidak seberapa luas dan tidak beratap.

Jemaah Indonesia Dipastikan Dapat Katering Haji Terbaik

Indonesia Dipastikan Dapat Katering Jemaah Haji Terbaik

Indonesia Dipastikan Dapat Katering Jemaah Haji Terbaik – Menu katering untuk jamaah haji Indonesia akan dibuat standar. Nantinya standar menu itu bakal disosialisasikan dan didistribusikan ke penyedia katering di Arab Saudi.

 

Indonesia Dipastikan Dapat Katering Jemaah Haji Terbaik

 

Makanan yang di konsumsi jamaah haji harus bercita rasa khas Indonesia. Jamaah haji Indonesia selama di Mekah akan mendapatkan layanan katering haji 2 x 12 hari, yaitu makan siang dan makan malam. Oleh karena itu, para penyedia layanan katering diharapkan memberikan layanan yang terbaik.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekah yaitu Arsyad Hidayat, meminta agar semua dapur berlomba memberikan layanan katering haji yang terbaik buat jamaah haji Indonesia. Karena perusahaan yang baik akan direkomendasikan untuk memberikan pelayanan tahun berikutnya.

Dalam kesempatan itu di hadirkan para koki tiap-tiap perusahaan katering yang berasal dari Indonesia. Salah satu kriteria layanan katering yang baik, terkait dengan cita rasa makanan Indonesia. Karena yang akan dilayani adalah jamaah haji Indonesia, maka makanannya harus bercita rasa Indonesia. Untuk itu pengelola dapur diminta bagi yang belum memiliki koki Indonesia agar segera memenuhi janji itu dan kami akan mengontrol.

Apabila ada catatan kualitas yang kurang baik, misalnya volume kurang dan distribusi terlambat, jangan harap tahun depan akan dikontrak lagi dan Tahun ini ada kebijakan baru dalam distribusi katering. Jika sebelumnya distribusi katering dimulai pada kesempatan pertama kedatangan jamaah haji Indonesia di pemondokan, pada tahun ini hal tersebut tidak diberlakukan lagi.

Proses distribusi katering baru dilakukan satu hari setelah kedatangan. Kebijakan ini penting agar tahu jumlah jamaah haji yang sebenarnya.
Pada tahun lalu banyak makanan yang disiapkan melebihi jumlah jamaah, karena diberikan sejak awal kedatangan. Padahal, selisih katering itu tidak mungkin kita bayar.

Untuk memudahkan proses distribusi, di minta kepada seluruh penyedia katering untuk menjalin kerja sama yang baik dengan pihak hotel. Kerja sama kedua pihak sangat penting untuk memastikan makanan yang sudah di siapkan baru akan bisa masuk dan didistribusikan ke jamaah di pemondokan.

PPIH Arab Saudi juga telah melakukan kontrak kerja sama dengan 23 perusahaan katering. Dari jumlah itu, 12 perusahaan adalah merupakan penyedia katering jemaah haji yang menunjukkan kinerja terbaik pada tahun yang lalu. Sementara itu,11 perusahaan lainnya merupakan penyedia katering baru yang akan melayani katering jamaah haji di tahun ini.

Dampak Kuota Haji Normal Persaingan Penginapan di Saudi

Dampak Kuota Haji Normal Persaingan Penginapan di Saudi

Dampak Kuota Haji Normal Persaingan Penginapan di Saudi – Ka’bah adalah kiblat seluruh orang Islam sedunia. Kaum muslimin ketika shalat pasti akan menghadap ke arah ka’bah. selain itu juga menjadi salah satu objek yang di inginkan oleh seluruh orang Islam. semua orang yang beragama Islam pasti menginginkan bisa melihat langsung ka’bah dan beribadah disana.

Dampak Kuota Haji Normal Persaingan Penginapan di Saudi

Ka’bah terletak di Kota Mekah. Tepatnya di Masjidil Haram. Setiap jam, setiap, hari, setiap minggu, setiap tahun Masjid tersebut selalu ramai dan dipenuhi oleh umat Islam dari berbagai negara yang sedang melaksanakan ibadah haji maupun umroh. berbicara mengenai hai dan umroh, hal pertama yang paling utama dan harus dibahas oleh pihak-pihak tour dan travel adalah mengenai penyewaan penginapan.

Kuota jamaah haji Indonesia dan juga negara yang lain, pada musim haji tahun 2017 ini, akan kembali normal. Sepertinya, akan terjadi persaingan ketat antara negara-negara pengirim jamaah haji dalam penyewaan penginapan di Arab Saudi.

Sebenarnya mereka banyak pilihan untuk memilih tempat penginapan bagi calon jamaah haji di Mekah dan Madinah. Karena, pada setiap tahunnya, banyak pembangunan pemukiman di Mekah dan Madinah. Hanya saja Indonesia harus bersaing ketat dengan negara-negara lain yang akan melakukan penyewaan penginapan. “Mungkin mereka bisa kasih harga lebih tinggi, jadi kita harus bersaing ketat.

Ada kemungkinan saling mendahului mengambil penginapan yang strategis dengan negara lain. Karena kuota jamaah haji pada negara lain juga semakin bertambah. Menurutnya, penginapan yang bagus di lokasi yang strategis, akses transportasinya mudah, kapasitas besar dan bangunan baru, biasanya menjadi sasaran objek semua negara. Karena, semua negara mengincar penginapan yang bagus, sehingga uang sewa penginapan berpotensi lebih mahal. Akan tetapi, pihaknya sudah punya patokan harga yang akan diberikan. Sehingga akan dilakukan negosiasi untuk mendapatkan penginapan yang sesuai dengan patokan harga yang diinginkan.

Kementerian Agama saat ini baru akan memasuki tahapan persiapan untuk melakukan penyewaan penginapan. Tim yang akan berangkat ke Arab saudi untuk mengurus akomodasi khususnya penginapan di sana masih dalam proses penyiapan. Rencananya, tim akan diberangkatkan pada akhir bulan ini. Selain itu, pihak dari tim juga sedang meminta persetujuan untuk plafon akomodasi di Arab Saudi.  Jadi masih dalam tahapan persiapan untuk menyambut kuota haji normal.

Informasi Seputar Badal Haji Yang Perlu Diketahui

Informasi Seputar Badal Haji Yang Perlu Diketahui – Ibadah haji adalah dambaan setiap umat muslim. Namun, dengan berbagai situasi dan kondisi bisa saja menghalangi seseorang untuk menunaikan ibadah haji langsung ke Mekah. Seseorang yang memiliki uzur untuk berangkat haji kadang menunjuk seseorang untuk berangkat haji menggantikan dirinya. Hal ini kerap disebut dengan badal haji.

Informasi Seputar Badal Haji Yang Perlu Diketahui

 

Niat dan ibadah hajinya yang diperuntukkan bagi seseorang yang batal berangkat dan mengamanahkannya kepada orang lain. Soal ibadah haji, adakah syarat-syarat khususnya?

Badal haji kini menjadi pembicaraan di kalangan para ahli fiqih. Ada yang berpendapat tidak bisa dibadalkan karena seseorang akan dihisab, karena amal perbuatannya oleh dirinya sendiri. Ada juga yang membolehkan sebab ada nash tersendiri dalam hadits yang mengizinkan seseorang menghajikan orang lain.

Bagi yang berpendapat bahwa badal haji tidak sah, berpegang kepada beberapa ayat Al-Quran. Di antaranya surah Al-Baqarah ayat 286.

Ia mendapat pahala (dari kebaikan) yang diusahakannya, dan ia mendapat siksa dengan apa yang dikerjakannya.

Dalam ayat lain, Allah SWT berfirman, Bahwasanya seseorang yang berdosa tidak akan memikul ataumenanggung dosa orang lain.

Dan bahwasanya seseorang manusia tidak akan memperoleh sesuatu selain dari apa yang telah diusahakannya. (QS. An-Najm (53): ayat 38-39).

Sementara bagi yang memperbolehkan mengambil dalil dari beberapa hadits sahih soal badal haji. Di antaranya, dari Ibnu Abbas ra bahwa seorang wanita dari Juhainah datang kepada Nabi SAW dan berkata,

“Ibu saya telah bernadzar untuk berngkat haji, tapi belum sempat pergi hingga meninggal, apakah saya harus berhaji untuknya? Rasulullah SAW menjawab,

“Ya pergi hajilah untuknya. Tidakkah kamu tahu bila ibumu mempunyai hutang, apakah kamu tahu bila ibumu mempunyai hutang, apakah kamu akan membayarkannya?

Bayarkanlah utang kepada Allah karena hutang kepada-Nya lebih berwenang untuk dibayarkan”.

(HR. Bukhari).

Dalam hadits lain, seorang wanita dari Khas’am berkata kepada Rasulullah SAW,

“Ya Rasulullah sesungguhnya ayahku sudah tua renta, untuknya ada kewajiban Allah dalam berhaji dan dia tidak bisa duduk tegak di atas punggungnya binatang onta,” Lalu Nabi SAW bersabda, “Hajikanlah dia.”

(HR Muslim).

Lalu, apakah yang membadalkan haji harus berangkat dari negara orang yang digantikan ataukah bebas dari mana saja?mayoritas ulama membolehkan orang yang menggantikan haji bebas berangkat dari negara mana saja. Tidak harus dari asal orang yang digantikan.

Namun, ada ulama dari kalangan Hanabilah yang memberi persyaratan bahwa haji yang digantikan oleh orang lain itu harus dilakukan dengan berangkat dari negeri asalnya.

Karena menurut mereka, kewajiban haji bagi orang tersebut adalah dari negerinya sendiri, apabila karena suatu alasan harus digantikan oleh orang lain, harus juga berangkat dari negeri tempat dimana dia tinggal.

Soal ibadah haji, ada beberapa hal yang sangat perlu diperhatikan.

Pertama, yang menghajikan harus sudah haji.

Kedua, niat untuk orang yang dibadali.

Ketiga, diniatkan untuk membayar hutang bukan menggantikan amal.

Keempat, seseorang hanya dapat membadali untuk satu orang saja, karena ihram itu untuk sekali haji dan menyebut nama satu orang.

Kelima, pelaksanaan badal oleh anak atau saudara harus sukarela bukan terpaksa.

Keenam, biaya badal haji dari kekayaan orang yang membadali, kecuali anak atau saudara sukarela membiayai haji tersebut.

Yang perlu diperhatikan secara bersamaan adalah komersialisasi badal haji. Ada orang-rang yang menawarkan jasa badal haji, tapi ternyata dia menerima tawaran badal haji dari beberapa orang. Sehingga badal hajinya tidak sah.

Tautan

Kementerian Agama (Kemenag) menyayangkan masih beredar informasi hoax atau palsu terkait kuota haji 2017. Kementerian yang dipimpin Lukman Hakim Saifuddin ini menyatakan, sampai saat ini belum ada kepastian kuota haji 2017.

 

Kemenag Belum Ada Kepastian Kuota Haji 2017

 

Hingga saat ini belum ada kepastian kuota haji Indonesia untuk tahun 2017.

Kepastian ini terkait kuota yang tetap dikurangi 20 persen 168.800 atau akan kembali seperti semula 211.000.

 

Informasi yang dapat dipercaya hanya setelah penandatanganan nota kesepahaman yang setiap awal tahun dilakukan Kementrian Agama di seluruh negara dengan Kementrian Haji Arab Saudi. Kemungkinan besar MOU tentang kuota haji itu baru di tekankan pada akhir bulan Januari 2017 nanti dan belum ada tanggal yang pastinya.

 

Di dalam nota kesepahaman tersebut akan diuraikan secara eksplisit ketentuan-ketentuan apa saja yang terkait haji setiap negara termasuk Indonesia yang akan dijadikan pegangan bagi pemerintah.

Kemenag sangat memahami masyarakat Indonesia ingin setiap tahun kuota haji ditambah sehingga antrian haji dapat lebih pendek. Tetapi dengan bertambahnya kuota, perlu dipikirkan dampak yang akan muncul. Salah satunya adalah saat mabit di Mina.

Hingga saat ini masih ada 20 ribu jamaah haji Indonesia yang menginap di Mina Jadid. Mina Jadid untuk beberapa pemahaman ulama konservatif secara syar’i berarti melakukan mabit di luar Mina, sehingga mabitnya tidak sah.

 

Karena wilayah Mina tidak dapat diperluas sesuai dengan ketentuan sejak masa Rasulullah. Kemenag berupaya untuk meminta kepada Muassasah Asia Tenggara agar haji Indonesia dikembalikan di satu tempat semula yang disebut Mina Qadim.

 

Saat ini kapasitas Mina Qadim satu orang mendapat bagian 1,6 meter persegi, tetapi jika ditambah 20 ribu dari jamaah haji Indonesia maka jatah setiap orang hanya 1,1 meter persegi, kita bisa bayangkan saat mabit jamaah haji hanya dapat berdiri tanpa dapat bergerak sama sekali.

 

Sehingga, saat ini kesepakatan ulama menganalogikan bahwa mabit di Mina Jadid sama seperti shalat berjamaah tetapi ruang shalat di masjid sudah penuh. Terpaksa, jamaah harus shalat berjamaah di halaman atau di jalan.

Penyelenggaraan Haji Khusus Yang Rawan Penyimpangan

Penyelenggaraan Haji Khusus Yang Rawan Penyimpangan

Penyelenggaraan Haji Khusus Yang Rawan Penyimpangan – Sesuai dengan namanya Haji Khusus juga memiliki problematika dengan karakter yang khusus atau spesial. Penyelenggaraannya yang terbilang mandiri dan hanya mendapat pengawasan dari Kementerian Agama setiap tahunnya berusaha terus menambah perhatianya terhadap Penyelenggaraannya Ibadah Haji Khusus agar pelaksanaanya semakin sempurna serta menjadikan jamaah Haji puas dalam melakukan ibadahnya.

Penyelenggaraan Haji Khusus Yang Rawan Penyimpangan

Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus merupakan perjalanan ibadah haji yang dilaksanakan oleh Penyelenggara Ibadah Haji khusus (PIHK) yang telah mendapat izin dari Kementerian Agama sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 13 tahun 2O08 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan telah diubah dengan Undang-Undang nomor 34 tahun 2009, masih terus diupayakan peningkatan pelayanan dan penyempurnaan sistem manajemennya hingga dapat berjalan dengan tertib, lancar dan aman serta sesuai dengan tuntunan Syari’ah.

Transparansi dan akuntabilitas merupakan dua kata kunci yang terus ditekankan penerapannya oleh pemerintah sehingga masyarakat dapat memperoleh akses baik langsung maupun tidak langsung untuk memberikan kontribusi bagi penyelenggaraan ibadah haji. Pada tahun 2012 ada 136 biro travel haji dan umrah yang memberangkatkan jamaah Haji Plus ke Tanah Suci. Rata-rata setiap tahunnya jumlah jamaah Haji Khusus adalah berkisar di angka 17.000 jamaah, namun tahun ini akibat adanya pemangkasan kuota sebesar 20%, maka kuota yang dimiliki oleh jamaah Haji Khusus hanya sebesar 13.600 jamaah.

Dilihat dari tabel diatas, dalam penyelenggaraan Ibadah Haji Plus juga terdapat beberapa persoalan Jamaah haji overkuota, pasalnya setiap tahunnya secara tertulis kuota yang disediakan adalah 17.000 jamaah termasuk didalamnya petugas yang akan mengawal dan memberikan pelayanan kepada jamaah selama di tanah suci. Namun catatan akhir jumlah jamaah yang berangkat, rata-rata memiliki selisih dari kuota yang sudah ditetapkan.

Berdasarkan catatan penyelenggaraan tahun lalu, ada beberapa catatan mengenai penyerenggaraannya yang terutama pada masalah Penyelenggara Ibadah Haji khusus (PIHK) yang selalu nakal pada jamaah yang dibawanya. Tak jarang juga Calon jamaah Haji (CIH) terjebak antara jamaah Haji Plus dengan jamaah non Kuota, dengan jumlah biaya yang tinggi sehingga menjadikan yang berniat menjadi jamaah Haji Plus namun tergelincir menjadi jamaah non kuota serta selalu mendapatkan pelayanan yang tidak sesuai dengan yang seharusnya didapatkan. Oleh karena itu pemerintah berjanji akan mengawasi secara ketat penyelenggaraan ibadah haji khusus pada Musim Haji 1434 H/2013 M serta menegaskan bahwa pemerintah akan menindak tegas PIHK yang terbukti menelantarkan jamaahnya.

Dengan tingginya biaya yang disetor itu, Calon jamaah Haji (CJH) juga harus mendapatkan pelayanan yang sesuai. Selama ini, kadang ada jamaah haji plus yang tinggal di hotel tidak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan. Padahal, setoran awalnya saja cukup besar. Persoalan- persoalan seperti itulah yang menjadi sorotan Kementerian Agama. Jangan sampai jamaah haji menjadi korban Penyelenggara Ibadah Haji khusus (PIHK) nakal. jika ada penyelenggara haji yang menyalahi aturan, pihaknya akan memberikan teguran. Kalau sudah tiga kali diberi teguran tapi masih saja nakal, Penyelenggara Ibadah Haji khusus (PIHK) tersebut akan ditutup Kemenag.

Biro travel haji dan umrah yang terbukti melanggar aturan, akan dijatuhi sanksi mulai dari teguran hingga pencabutan izin
operasional. Pemerintah perketat Layanan Haji Khusus. Untuk itu, pihaknya meminta semua Penyelenggara Ibadah Haji khusus (PIHK) yang memberangkatkan jamaah agar melayaninya secara maksimal, sesuai aturan dan kesepakatan. para Calon jamaah Haji (CJH) juga bisa mendapatkan informasi mengenai legalitas dan izin yang dimiliki oleh biro travel melalui website haji.kemenag.co.id atau call center haji di nomor 5OO 425.

Pengawasan terhadap Penyelenggara Ibadah Haji khusus (PIHK) yang memberangkatkan jamaah haji telah dilakukan mulai dari tanah air. Dimana masing-masing biro travel menyerahkan rencana kegiatan perjalanan haji lengkap dengan list fasilitas dan akomodasi yang akan diberikan bagi tiap-tiap jamaah ke Kementerian Agama RI. Sedangkan selama di Tanah Suci, pelayanan biro travel terhadap jamaahnya yang akan diawasi mulai dari penerbangan, hotel, catering, transportasi, dan pelayanan ibada. jamaah haji khusus harus mendapat fasilitas minimal hotel bintang empat. Pihak Kementerian Agama juga menegaskan, jika ada Penyelenggara Ibadah Haji khusus (PIHK) yang menempatkan jamaahnya di hotel bintang tiga atau bintang dua akan ditindak secara tegas. Namun tidak jarang juga Penyelenggara Ibadah Haji khusus (PIHK) yang menempatkan jamaahnya di hotel bintang lima yang tentunya besaran biayanya yang telah disepakati terlebih dahulu antara Calon jamaah Haji dan PIHK. Selain itu, selama di Tanah Suci para jamaah haji plus juga harus mendapatkan makan sebanyak tiga kali sehari dengan sistem prasmanan. Sedangkan, dengan terkaitnya jarak hotel ke Masjidil Haram untuk saat ini belum bisa ditentukan secara ketat.